CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Beredar informasi salah satu rumah warga di Desa Gunungk Kijang, Siswanto tidak layak huni. Menanggapi hal ini, Camat Gunung Kijang, Arief Sumarsono menjelaskan terkait rumah yang di huni oleh warga tersebut tidak dapat menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Penyebab tidak dapat menerima bantuan rumah layak huni menurut Arif karena yang bersangkutan baru berada di tempat tempat itu sejak Maret 2019 lalu. Kemudian, tanah yang ditempati oleh yang bersangkutan merupakan milik pemilik kebun Karet.
“Pertama yang bersangkutan baru tinggal di sana sejak Maret 2019 lalu atau baru 1 tahun. Kemudian, tanah itu bukan miliknya. Ini (memberikan bantuan RLTH) kan tidak boleh karena melanggar ketentuan yang ada,”tegas Arief.
Lebih lanjut ia menjelaskan, selama menjabat di wilayah Gunung Kijang ia selalu memberikan perhatian khusus untuk masyarakat yang kurang mampu. Hal ini ia lakukan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur menuju Bintan Gemilang di Bintan terkhusus di Kecamatan Gunungkijang.
Arief mencontohkan, pada tahun 2016 lalu ada sebuah rumah yang berada di Kelurahan Kawal darat langsung diperbaiki usai di hantam angina punting beliung.
“Intinya begini, selagi dia itu kita bisa bantu pasti bantu. Tapi kalau menyalahi aturan, ya kami angkat tangan. Karena tidak mungkin kita bangun diatas lahan yang bermasalah apalagi diatas lahan orang,”tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga Gunung Kijang, Nurhadi mengakui banyak hal baik yang telah dilakukan oleh Arief Sumarsono selama menjadi camat di wilayah itu. Misalnya dengan memprioritaskan kebutuhan masyarakat terkait RTLH.
“Itu kemarin rumah yang di kawal sempat roboh karena angin, rumahnya sudah di bantu. Karena sepengetahuan kami, pak camat ini selalu peduli dengan warga. Bahkan ketika masyarakat mengeluh lampu jalan, pak camat langsung sampaikan ke Kabupaten dan alhamdulilah sekarang sudah banyak terpasang lampu jalan di sini,”akunya.
Masih kata Nurhadi, selama Arief Sumarsono menjabat camat di wilayah itu sudah banyak kemajuan khususnya dalam pelayanan masyarakat. Sehingga ia sangat menyayangkan jika ada warga yang bukan asli warga Gunung Kijang asal buat statement.
“Kalau warga sini pasti paham pak camat kami. Terkait informasi adanya warga yang mengeluh, itu kan baru setahun tinggal di Gunung Kijang. Jadi dia tidak mungkin paham perjuangan pak Arief untuk membangun kecamatan ini,”jabarnya. (Ndn)

