BERBAGI
Staf BP Batam yang mendampingi beberapa Pejabatnya saat mendatangi ruang Sasana R Soeprapto, lantai III gedung Kejari Batam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Satuan tugas khusus (Satgasus) penyidik dari Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, seolah tak gentar memeriksa sejumlah pejabat dan staf Badan Pengusahaan (BP) Batam  di ruang Sasana R Soeprapto, lantai tiga kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Kamis (2/2/2017).

Mulai dari berbincang-bincang dengan raut wajah serius, membuka beberapa berkas, lembaran kertas yang ditumpuk, serta beberapa dokumen yang disemat didalam map berbagai warna pun turut dibolak-balik dalam pemeriksaan.

Sepanjang pemeriksaan, jajaran Jampidsus Kejagung RI berpakaian batik hijau terus mencecar pejabat BP Batam dengan berbagai pertanyaan seputar temuan panas Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI di kubu BP Batam.

Pantauan di lokasi, sesekali pejabat BP Batam dan Jampidsus Kejagung RI bergantian keluar ruangan, untuk melaksanakan ibadah.

Salah seorang dari tim Jampidsus Kejagung RI, saat dikonfirmasi tampak sangat menutup rapat setiap hasil pemeriksaan di dalam ruang itu.

“Iya, masih pemeriksaan. Sabar saja,” katanya singkat.

Saat tim Central Batam mempertanyakan perihal bahan pemeriksaan yang dilakukan, tim Satgasus itu mulai mengerutkan kening dan mengatakan bahwa seluruh bahan yang masuk dalam tahapan pemeriksaan sudah terlebih dahulu dimuat awak media dalam pemberitaan.

“Lah, kan sudah ditulis di berita. Apa lagi? Sudah naik semua kok apa inti masalah (pemeriksaan) di pemberitaan,” tegasnya meyakinkan.

Dengan pernyataan tersebut, tim Satgasus yang diketuai oleh Susilo seolah membenarkan pemberitaan awak media tentang permasalahan yang tengah diperiksa terkait masalah lahan dan UWTO yang terindikasi tindakan kriminal.

Sebelumnya, tim Satgasus Jampidsus Kejagung RI ini menegaskan bahwa pemeriksaan pejabat dan staf BP Batam ini dilakukan, lantaran diduga terkait dengan hasil temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan itu sendiri telah berlangsung sejak November 2016 lalu, akan tetapi jajaran Jampidsus Kejagung RI tak kunjung mendapatkan titik terang terkait temuan BPK RI yang mencurigakan itu.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY