CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Beredar informasi dimasyarakat pembangunan sumur bor di RT 003/ RW 004, Desa Gunungkijang, Kecamatan Gunungkijang tengah dipermasalahkan lantaran dua hal. Pertama anggaran pembangunan sumur itu diajukan pada tahun 2019 dan baru terealisai pada tahun 2021 ini. Sedangkan hal kedua yaitu pengerjaan proyek itu dinilai tidak sesui waktu.
Menanggapi hal itu, Kades Gunungkijang, La Nade ditemani Sekretaris Desa Gunungkijang, Rozana, mengatakan pembangunan sumur bor itu tidak mangkrak seperti informasi yang beredar. Justru, pihaknya bersama ketua RT dan tokoh masyarakat setempat yang berinisiasi sendiri membangun sumur itu terlebih dahulu dengan alasan agar pembangunannya cepat.
“Kalau dibilang mangkrak, mangkraknya darimana? Kan anggaran pembangunannya saja baru turun padan pada tanggal 29 juli 2021 kemarin,” ujar La Nade.
Lebih lanjut ia menjelaskan, penilaian satu atau dua orang yang mengatakan pembangunan itu mangkrak tidak lain karena kesalah pahaman semata. Sebab, mereka tidak paham kalau pengerjaan sumur bor itu dilaksanakan sebelum anggaran turun dengan tujuan agar sumur bor itu cepat selesai.
“Anggaran baru turun 29 Juli 2021 kemarin, dan sekarang baru 23 Agustus 2021, kan belum tiga puluh hari. Jadi buat yang menyebarkan informasi itu, kami mohon jangan asal komentar saja. Karena semua pembangunan di Desa, sudah dibahas bersama masyarakat melalui RPJMDes dan RKPDes,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan media ini di lapangan, pembangunan sumur bor itu mencapai 70 persen. Menurut La Nade, sebelum bulan Agustus ini berakhir proyek pembangunan air bersih untuk warga itu selesai asal cuaca mendukung.
“Kalau cuaca selama ini mendukung, pasti pengerjaannya sudah selesai. Dan saya optimis asal cuaca mendukung, sebelum akhir Agustur 2021 ini selesai. Karena selama ini kan hujan terus, jadi pengerjaannya sempat terhenti,” timpalnya.
“Jadi sekali lagi kami sampaikan, mohon jangan asal menyebar informasi kalau belum tahu pasti pokok permasalahannya,” tambahnya.
Sementara itu, Nurhidayah yang merupakan masyarakat setempat penghibah tanah saat ditemui mengaku kesal dengan informasi mengenai sumur bor itu. Pasalnya, dirinya sebagai penghibah tanah tidak melihat masalah atas pengerjaan sumur itu. Malahan menurutnya, pihak Desa sudah melakukan yang mesti dilakukan agar sumur bor itu cepat dimanfaatkan oleh warga sekitar.
“Saya tidak melihat adanya masalah pada pengerjaan (sumur bor), justru kami masayarakat sekitar malah berterimakasih pada pihak Desa dan ketua RT yang berinisiasi membangun sumur itu terlebih dahulu meskipun anggaran belum turun,” jawabnya. (Ndn)

