CENTRALBATAM.CO.ID, Bintan –Sejumlah masayarakat Desa Gunungkijang, Bintan terpaksa menutup jalan masuk resort The Resdince karena dinilai arogan karena tidak mengindahkan perjanjian dengan masayrakat setempat.
Pemblokiran jalan ini, dilakukan oleh warga lantaran sebelumnya pihak The Residence berjanji kepada masayrakat jika mendirikan tian listrik melalui jalan yang dilewati oleh masayrakat setempat.
“Kalian membangun usaha di Indonesia, jadi kalian pun harus mengikuti peraturan berlaku di Indonesia,” ujar salah seorang warga Rul.
Ditanya alasan mengatakan seperti hal itu, ia mengatakan karena mereka menganggap the residence baru memberi solusi setelah diprotes warga.
“Tiang listrik dipasang tidak sesuai kesepakatan. Mereka tidak komitment pada masayrakat,” tambahnya.
Dijelaskannya bersama warga setempat, sebelumnya ada kesepatakan mengenai jalur pemasangan tiang listrik PLN. Kebetulan di lokasi ada dua jalur. Jalur warga dan jalur perusahaan. Tiang listrik yang dipasang kemudian berdiri sedikit jauh dari jalur jalan masyarakat sehingga memantik protes warga. Buntutnya adalah aksi blokade akses masuk hotel ke lokasi.
“Dari dulu kami minta tiang itu dipasang di lahan masyarakat. Tapi tidak pernah digubris, apa alasannya. Kami belum mendapatkan penjelasan,”kata warga lain di situ.
GM The Residence, Bagus Pramarta dihadapan warga sempat mengatakan, pihaknya belum mendapatkan kepastian mengenai status lahan yang seyogyanya dipasangi tiang listrik PLN fersi warga tersebut. Proses pembelian tanah secara lengkap ia belum mendapatkan informasinya. Sehingga ia tak bisa memutuskan bagaimana seharusnya ia bersikap dalam permasalahan ini.
“Proses pembelian tanah secara menyeluruh, saya sendiri tidak dapat informasi lengkap. hanya sebagai pegawai lapangan, saya gak dapat informasi lengkap, dan saya pun tidak dikasih wewenang untuk menjawab,”kata dia.
Berdasarkan pantauan, suasana di lokasi sempat tegang. Terjadi debat argumen antara warga dengan pihak perusahaan yang langsung dipimpin GM The Residence Hotel Bagus Pramarta.
Pihak perusahaan dengan warga kemudian melakukan mediasi di kantor balai pertemuan warga hingga sore. Petugas Babinsa dan polisi tampak ada di lokasi mengawal pertemuan warga dengan pihak perusahaan.
Sementara Camat Gunungkijang, Arief Sumarsono saat ditanya mengatakan menyesalkan sikap the residence karena tidak menghargai kesempakatan bersama warga setempat.
“Sebagai kepala wilayah, jujur saya menyesalkan sikap mereka. Dan dalam waktu dekat kami akan memanggil (pihak residence) agar masalah serupa tidak terjadi lagi,” pungkasnya (Ndn)

