CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG – Masa kekeringan terjadi di wilayah Kepri mulai berdampak, seperti yang terjadi di Ibukota Provinsi, Kota Tanjungpinang.
Sejak beberapa bulan terakhir, guyuran hujan sangat dinantikan warga. Beberapa danau, tempat penampungan air, bahkan sumur warga pun kering.
Salah satu lokasi terdampak terparah, ialah di wilayah Pondok Kelapa, jalan Kijang lama, Batu 7, kelurahan kota Piring, Tanjungpinang Timur. Di lokasi itu, warga terdengar mengeluh lantaran debit air di sumur terus menyusut.
Alhasil, hanya kedalaman sumur tanpa air yang terlihat dari permukaan. Pasokan air pun kian langka, akibat kemarau berkepanjangan yang masih berlangsung hingga siang ini, Senin (7/8/2017).
Fenomena ini menjadikan hampir seluruh warga di lokasi tersebut kekurangan air.
“Sudah lebih dari seminggu ini air sumur terus berkurang, sementara kebutuhan gak pernah berkurang,” ungkap Rani, seorang warga di lokasi itu.
Dia menegaskan, suplai air dari pemerintah yang biasa mengalir melalui jalinan pipa bawah tanah pun kerap mati. Ini pula yang menjadikan kelangkaan air bersih semakin kronis.
“Air pam (PDAM, red) pun sering mati (tidak mengalir, red). Jadi kita hanya andalkan air sumur, itupun semakin habis,” tuturnya.
Hingga kini, kondisi tersebut masih berlangsung. Cuaca di sekitar pun tampak terik, tanpa adanya tanda-tanda akan turun hujan.
“Seminggu lagi gak turun hujan, semua sumur pasti kering,” ungkapnya cemas.

