BERBAGI
Wen Xiaoli, seorang remaja pria di China menderita migrain dan epilepsi sejak dua tahun lalu. Dia tak menyangka penyakit itu disebabkan cacing pita yang bersarang dalam otaknya

CENTRALBATAM.CO.ID – Wen Xiaoli, seorang remaja pria di China menderita migrain dan epilepsi sejak dua tahun lalu. Dia tak menyangka penyakit itu disebabkan cacing pita yang bersarang dalam otaknya.

Cacing pita sepanjang 10 cm itu telah tumbuh dan berkembang dalam otaknya selama dua tahun. Dalam sebuah rekaman video, terlihat dokter berusaha mengeluarkan parasit tersebut dari kepala Wen Xiaoli dalam sebuah operasi singkat selama dua menit.

Diyakini bahwa remaja 19 tahun ini terinfeksi oleh larva cacing yang memiliki nama Latin erinaceieuropaei spirometra itu pada dua tahun lalu.  Saat berusaha mengetahui asal muasal cacing masuk ke otaknya, pria itu baru tersadar.

Cacing itu kemungkinan masuk waktu itu dia sedang menyembelih katak untuk dijadikan makanan dan tidak sengaja tangannya luka terkena pisau. Beberapa waktu setelah itu Wen sering mengalami migrain yang intens dan bahkan menderita epilepsi ringan.

Baca Juga:  Kadinkes Bintan Sebut 1.331 Nakes akan Terima Vaksin Gratis.

Karena tak tahan, Wen pergi memeriksakan diri ke kota Changsha, ibukota Provinsi Hunan. Selain migrain dan epilepsi, Wen juga mengalami kelumpuhan dan kehilangan memori. Dia bahkan sulit untuk berbicara.

Setelah dilakukan pemindaian detail pada kepalanya di Rumah Sakit Xiangya di Central South University, dokter tercengang ketika mereka menemukan remaja tersebut menderita sparganosis, sebutan untuk infeksi cacing pita.

Parasit tersebut hidup dan terlihat nyaman tinggal di antara sel-sel otak Wen.

Ahli bedah saraf Yang Zhiquan dan timnya menyarankan Wen untuk operasi. Yang kemudian membuka tengkorak remaja itu untuk mengeluarkan cacing pita yang bersarang di otaknya.

Meski hanya berlangsung dua menit, proses pengangkatan cacing pita itu tidak semudah yang diperkirakan.

Baca Juga:  13 Fasilitas Pendidikan Terdampak Di Bintan

”Makhluk itu hidup dan masih bergerak di dalam otak. Kami harus mengeluarkannya dengan hati-hati dan secara utuh. Kami tidak berani mengambil risiko bagian tubuh cacing itu tertinggal di dalam otak Wen,” jelas Yang.

Cacing pita itu memiliki ukuran panjang 11 cm dan telah tumbuh serta berkembang sejak dari larva hingga menjadi parasit pemakan otak.

”Infeksi dalam otak yang disebabkan oleh cacing pita sangat jarang terjadi. Tapi larva parasit ini bisa berpindah-pindah ke semua bagian tubuh. Dan begitu berada di otak, dia akan makan sel-sel otak untuk bertahan hidup,” kata Yang.

Pada saat yang sama, lanjut Yang, parasit itu akan mengeluarkan kotoran beracun yang berbahaya bagi otak. Bahkan kotorannya itu bisa merusak jaringan saraf dan sel otak.

Baca Juga:  Tidak Kantongi IMB, Camat Katang Bidara Minta Dinas Perizina Blacklist Kotage Kwansend Dan Hasim

Menurut Yang, gejala serius dari sparganosis adalah epilepsi, kelumpuhan, kehilangan memori, dan bahkan kehilangan kemampuan berbicara.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY