BERBAGI
Pohon roboh dan menimpa rumah warga di Kelurahan Tg. Sengkuang, Batu Ampar, Batam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Hantaman angin kencang, disertai guyuran hujan lebat ternyata hampir menyeluruh terjadinya, Rabu (19/10/2016) dini hari. tidak hanya di Kecamatan Sei Beduk saja, namun Kecamatan Batu Ampar juga terdampak fatal akibat fenomena alam itu.

Pagi ini, tim Central Batam mendapati pohon besar yang tumbang dan  menimpa salah satu rumah warga di Air Raja, RT01/RW09, Kelurahan Tg. Sengkuang, Batu Ampar, Batam.

Tak hanya merusak atap rumah tersebut, ternyata jaringan arus listrik juga terputus akibat badai yang menumbangkan pohon tersebut.

Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa. Namun pemili rumah tersebut terpaksa merogoh kantong lebih dalam untuk memperbaiki kerusakan rumahnya itu.

Serupa dengan kejadian di Kavling Pancur Baru, Kecamatan Sei Beduk Batam. Dampak yang terjadi di Tanjung (Tg) Sengkuang itu, merupakan salah satu dampak fatal dari deruan angin kencang yang melanda dini hari tadi.

Akan dampak tersebut, warga langsung meminta bantuan kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Batam untuk terjun ke lokasi dan membantu mengevakuasi batangan pohon besar tersebut.

“(DKP) Kami sudah telepon, tapi belum datang. Kami cuma minta pohon itu ditebang dan diangkut dari atap rumah. Karena sangat berbahaya bagi penghuni di dalamnya,” kata Rian, salah seorang warga.

Atap rumah warga yang roboh dan diterbangkan angin kencang di Kelurahan Tg. Sengkuang, Batu Ampar, Batam | Foto : Ned
Atap rumah warga yang roboh dan diterbangkan angin kencang di Kelurahan Tg. Sengkuang, Batu Ampar, Batam | Foto : Ned

Namun hingga detik ini, pihak DKP tak kunjung terlihat di lokasi untuk membantu warga yang ada.

Kemudian, salah satu rumah warga yang juga terimbas amukan sang badai dini hari tadi terdapat di RT02/RW21 Kelurahan Tanjung (Tg) Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Batam.

Di tempat itu, atap rumah milik warga yang berterbangan. Tampak lempengan seng berwarna biru luluh-lantak disapu badai dini hari tadi.

Hingga saat ini, tumpukan seng yang roboh dan diterbangkan angin itu masih tertumpuk dan belum diperbaiki.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY