BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN -Anak kecil sebagai generasi penerus bangsa harusnya berada di bangku sekolah mengenyam pendidikan agar masa depannya terjamin. Namun, sayangnya karena diduga kurangnya perhatian aparat keamanan dalam menertibkan berbagai aktifitas negatif di Bintan membuat aktifitas ini kian merajalela dan membuat sebagian masyarakat kecanduan mengadu keberuntungan di meja judi.

Masyarakat ingin protes, namun karena aktifitas tersebut diduga dibengking oleh oknum-oknum tertentu membuat masyarakat secara individual enggan bicara.

Berdasarkan pantauan centralbatam.co.id, dibeberapa tempat seperti warung kopi di Bintan digunakan oleh para penggila judi sebagai tempat bermain. Dan yang baru-baru ini hangat dibicarakan oleh  masyarakat di medsos adalah kawasan judi goncang dadu alias cingkoko di daerah Kijang.

Salah satu link berita dari media lokal yang menyorot tempat judi itu disharing melalui akun Rahmat Bintan dengan menulis “judi….teeet janjikan kemenangan, teeet judi janjikan kekayaan,”.

Sharing link berita itupun langsung mendapat respon dengan berbagai sindirin dari pulahan warga Bintan yang tergabung di medsos. Hasriawady yang juga anggota DPRD Bintan bahkan ikut memposting foto tempat judi. Diatas foto yang terlihat 2 anak kecil sedang ketawa ria disamping tempat judi itu ia menuliskan kata “sile datang pemain besar, pemain kecil da habes duit,”

Menanggapi foto itu, Siti (nama samaran), salah satu warga yang diwawancarai oleh centralbatam.co.id,  mengatakan sangat sedih karena ketidak berdayaan aparat menertibkanntempat judi membuat moral para bocah di Bintan perlahan rusak.

“Kasian tuh anak-anak hancur gara-gara judi. Mereka itu harusnya sekolah tapi mereka lebih tertarik melihat judi karena disana kalau menang mereka pasti dapat uang banyak,” ujar wanita yang minta namanya ini disamarkan ini

Siti mengatakan, sangat tidak suka aktifitas judi ini terus dibiarkan. Sebab judi ini juga bisa menghancurkan keluarga seperti yang ia alami.

Diceritakan Siti, sekitar pertengahan tahun 2015 lalu ia terpaksa meminta cerai dengan sang suami yang kecanduan judi. Siti mengatakan ia tidak keberatan jika sang suami kecanduan judi, namun yang ia keberatan karena kecanduan ini membuat sang suami jarang pulang.

“Dia jarang pulang dan juga jarang memberikan nafkah kami. Selain itu, pass ada uang banyak dia sama wanita lain. Sementara kalau lagi susah baru pulang kerumah,” kenang wanita separu baya ini.

“Wanita mana coba yang tidak sakit hati seperti itu?,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut Siti berharap agar aparat keamanan khususnya pihak kepolisian dapat menertibkan judi ini. Ia mengatakan jika kepolisian berani menertibkan, maka mereka (polisi) memberikan bukti pada masyarakat bahwa tidak ada andil oknum polisi dalam aktifitas yang tergolong haram itu.

 

 

 

 

 

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY