CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Adanya pemberitaan sebanyak 20 ribuan siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Hal ini dibantah oleh DPRD Kota Batam. Data tersebut tidak benar dan hal tersebut hanya informasi buruk bagi wali siswa.
“Data yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) ada 20 ribu siswa yang tidak tertampung, kita sangat meragukan data itu. Karena sewaktu Rapat Dengar Pendapat di Komisi IV kita malah tidak mendengar data itu. Ketika itu disampaikan ke media akan menjadi informasi buruk untuk masyarakat,” kata Anggota DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan.
Informasi tersebut akan membuat wali siswa takut. Sehingga efeknya menjamurlah para calo-calo yang membantu dengan cara tidak baik.
“Bagi masyarakat yang tak mampu, meminjamlah ke rentenir. Intinya data itu tak valid,” ujarnya.
Harusnya Disdik berikan solusi misalnya beritahukan data daya tampung sekolah berapa anak yang masuk. Begitu anak tak bisa masuk negeri, sekolah swasta yang di berdayakan. Pemerintah juga pengaruh bantu ke sekolah swasta agar tidak mahal biayanya.
Kemudian Disdik menyampaikan untuk penerapan zonasi. Hal itupun dibantah oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sialoho.
“Penerapan untuk zonasi saya tak begitu yakin. Misalnya di suatu kecamatan ada yang sama sekali tidak ada sekolah SD atau SMP negerinya. Contoh Sei Jodoh, mereka tidak mempunyai sekolah SMP Negeri. Namun yang ada di kelurahan Tanjung Sengkuang, malah 2 sekolah, SMPN 45 sama SMPN 29. Kalau diterapkan sistem zonasi, apakah misalnya dari Jodoh tak bisa masuk ke Sengkuang,” kata Udin.
Menutlrutnya adanya zonasi bukan solusi yang tepat. Selama masih pembangunan sekolah belum merata. Jika tak bisa masuk negeri, sekolah swasta juga harus diberdayakan.
“Sekolah swasta khususnya supaya tidak menerapkan biaya yang berlebihan. Sebenarnya mutu dan kualitas swasta jauh lebih baik. Namun jangan mengira kurikulum swasta tak bisa diawasi. Banyak juga orang tua mengeluhkan tidak menggunakan seragam putih merah, tidak melangsungkan upacara bendera. Ini banyak dikeluhkan orangtua murid. Kita berharap kepada orang tua murid juga yang sudah mendapat bantuan pemerintah, ikut aturan yang sudah ditetapkan,” katanya.

