CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Dugaan mengumpulkan orang untuk pembagian insetif kerja bakti di Kebun Desa Toayapa Selatan kemarin (22/3) mendapat respon negative dari masyarakat. Hal ini sangat disayangkan lantara pihak desa sebagai perpanjangan tangan pemerintah dapat memberikan contoh pada masyarakat.
“Pemerintah saja kan sudah memberikan himbauan, kenapa kog sekelas Desa tidak mengindahkan. Padahal sudah jelas-jelas ada surat dari Kapolri agar kegiatan ngumpul-ngumpul ditunda dulu,” ujar salah satu warga, Alex. (23/3).
Lebih lanjut ia mengatakan, informasi yang ia dapat acara pembagian insentif itu dihadiri sekitar 150 orang. Hal ini membuat tidak memungkin penyebaran coronavirus sangat membludak jika ada salah satu yang suspect.
“Kalau berdasarkan informasi yang saya tau itu sekitar 150 orang. Coba bayangkan jika di sana ada salah satu warga yang suspect bisa belasan orang tuh yang kena. Karena suspect ini berdasarkan pengetahuan saya tidak langsung sakit,”ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Gunungkijang, AKP Monang P Silalahi saat dikonfirmasi mengatakan ia sudah mendengar hal itu. Bahkan camat Toapaya sempat datang ke lapangan meminta agar acara berkumpul itu ditiadakan.
Kemudian, untuk pihak Desa pihaknya mengaku sudah meminta Babhikabtimas untuk berkomunikasi dengan Kades Toapaya, Suhendra.
“Himbauan kami tetap tidak boleh ada dulu acara berkumpul. Kalau masalah pak Kades, saya sudah meminta Babhinkabtimas berkoordinasi dengan agar hal yang sama tidak terulang,”pungkasnya. (Ndn)

