BERBAGI
Tim Basarnas yang turun dalam pencarian Samuel Silitonga, yang hilang di Pantai Tanjung Piayu Batam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pasca hanyutnya Samuel Silitonga (14), anak dari pasangan Pendeta (Pdt) Sudianto Silitonga/Br. Simbolon, yang terseret gelombang di Pantai Tanjung Piayu, Sei Beduk, Batam, Minggu (18/9/2016) sore, sekitar pukul 16.00-17.00 WIB lalu. Sanak saudara dan keluarga korban langsung gempar.

Kabar duka itu ternyata langsung diterima oleh guru dan rekan sebangku Samuel di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 16 Batam.

Mendengar kabar tersebut, beberapa rekan Samuel merasa kaget bukan main.

“Astaga.. Masa iya sih? Perasaan kemarin-kemari masih ketemu sama dia (Samuel, red),” kata Adi, salah seorang teman sekolahnya.

Ungkapan senada juga tampak dari rayt wajah beberapa guru korban.

Merasa belum mendapat kabar yang benar-benar diakui kebenarannya, para guru dan teman-teman sekolah Samuel langsung berupaya mengkonfirmasi ke pihak keluarga siswa SMP N 16 itu.

“Ah, nanti kami coba pastikan dulu , sama keluarganya. No coment dulu, kita harap yang terbaik dulu lah,” ucap guru korban.

Sebelum dikabarkan hilang, Samuel (korban) dan rekan-rekan sebayanya masih asyik bermain ditengah gemuruh air laut.

Keasyikan dan candaan itu membuat para remaja itu lupa akan kondisi laut yang tampak pasang.

Tak lama kemudian, gelombang pasang besar langsung menyapu kumpulan remaja yang tengah berenang itu. Alhasil, beberapa diantaranya sempat hanyut.

Dengan perjuangan, beberapa remaja itu sempat mencoba menepi dan akhirnya selamat. Namun Samuel tidak kunjung terlihat lagi, hingga malam menjelma.

Kabar menggemparkan itu langsung menyeruak dikalangan sanak saudara, terkhusus di kumpulan se-Marga Silitonga.

Kabar itu pula yang kini tersebar luas, bermaksud meminta dukungan dan doa agar korban dapat segera ditemukan.‎

Tampak dilokasi, ayah korban masih terus ada dan berupaya membantu pencarian anaknya itu. Hingga saat ini, keberadaan Samuel belum diketahui.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY