CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Keindahan Danau Biru di Kelurahan Kawal, kecamatan Gunungkijang memang tiada duanya. Siapapun yang datang berkujung kesana pasti terksima.
Pandangan dari pinggir jalan raya, memang tidak begitu mengesankan. Namun begitu memasuki jalan tapak yang hanya terbuat dari hamparan pasir, membuat setiap insan merasakan hal yang berbeda.
Begitu melangkahkan kaki sekitar 50 meter dari kolam raksasa buatan itu, panas terik matahari disiang hari takkan sanggup melawan sejuknya angin sepoi-sepoi di kawasan itu. “Ini baru namanya surga. Danau ini benar-benar indah,” ujar salah satu pengujung Danau Biru dari kejauhan, Anna, Sabtu (2/12).
Dari paparan Anna yang mengaku berasal dari Jakarta itu mengatakan, dirinya belum pernah menemukan keindahan danau seperti yang dimiliki oleh Danau bekas galian pasir PT Panorama itu.
“Saya sempat kecewa pertama kali melihat danau ini dari pinggir jalan. Namun begitu melangkahkan kaki masuk kesini, saya benar-benar merasakan hawa yang sangat sejuk. Pandangannya benar-benar tak bisa diutarakan dengan kata-kata. Pokoknya wow banget,” tambah gadis cantik yang mengaku hanya melihat keindahan danau biru melalui google itu.
Banyak orang mengenal danau ini karena kebiruan air yang dimiliki. Keindahan air biru itu terlihat sangat menawan diantara pepohonan teduh serta bekas bekas pasir yang terlihat bak lukisan diatas kertas putih. Ditambah lagi dengan hijau nya daun yang pantul kedalam kolam membuat setiap pandangan yang ter toleh enggan memalingkan arah pandang. Danau Biru Kawal, kenyamanan dan suasana romantis serta kedamaian membawa akan dirasakan setiap kali ke tempat ini.
“Pokoknya guw demam banget sama tempat ini. Kapan-kapan saya datang kesini pasti sama yayang (pacar),” ujar tambahnya gadis yang merasa nyaman ke tempat itu bersama kekasih.
Sementara itu, berdasarkan pantauan media ini, Danau biru sering kali menelan korban saat berenang. Pasalnya, dasar air biru ini tidak terbuat dari batu atau tanah keras. Justru dasar danau ini berasal dari pasir serta lumpur. Hal ini kaki yang berenang ter isap oleh pasir sehingga susah untuk berenang dan berakhir tragis alias tenggelam.
Keindahan Danau biru memang tiada duanya, tapi jika anda mencoba untuk berenang di Danau yang ke dalamnya antara 4 hingga 12 meter ini bisa membawa bencana. Untuk itu, sangat disarankan agar tidak berenang.
Berdasarkan dari penuturan warga setempat dan pantau media ini, setiap tahunnya selalu saja ada korban keganasan Danau ini. Umumnya korban meninggal saat berenang di pinggiran danau. Umumnya tidak bisa diselamatkan karena lumpur dan pasir dibawah kawah ini menarik korban dan baru ditemukan setelah 2 atau 3 hari usai kejadian.
“Hampir tiap tahun selalu ada korban. Jadi kalau saran kesini, cukup memandang keindahannya. Tidak perlu berenang,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat Amin. (Ndn)

