CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Dampak dari penyegelan dua SPBU beberapa waktu lalu oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, karu Brizzi tidak lagi digunakan untuk solar subsidi.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam pun menggelar rapat bersama Pertamina, Iswana Migas dan Bank BRI.
Dalam rapat ini, seluruh pihak sepakat mengambil kebijakan untuk mengganti kartu Brizzi dengan Fuel Card.
Penggantian ini dilakukan agar pendistribusian solar subsidi di Kota Batam tepat sasaran.
“Kartu Fuel Card ini mulai besok sudah berlaku pengurusannya,” ujar Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, Selasa (1/3/2022) di Kantor Disperindag, Tepatnya Gedung Bersama Pemko Batam Lantai 5.
Untuk kartunya bisa diambil di 10 SPBU dan di Kantor Disperindag Kota Batam.
Untuk pengurusan registrasi Fuel Card ini di lakukan via online melalui website https://fuelcard.retaildiv.com.
Adapun tempat pengambilan kartu di 10 SPBU tersebut diantaranya pertama SPBU 14294718 Raja Isa, kedua SPBU 14294720 Batu aji, ketiga SPBU 14294722 Tiban, keempat SPBU 14294730 Bengkong.
Selanjutnya kelima SPBU 14294704 Seraya, keenam SPBU 14294727 Plamo, ketujuh SPBU 14294716 Kabil, kedelapan SPBU 14294734 Bandara, kesembilan SPBU 14294726 Tanjung uncang, kesepuluh SPBU 14294737 Piayu
“Kartu Fuel Card ini akan diberlakukan sesegera mungkin. Diharapkan masyarakat bisa mengurusnya secara online. Tak ada lagi sistem offline,” kata Gustian.
Dalam kurun waktu 30 hari, secara otomatis kartu Brizzi yang lama akan di nonaktifkan.
Diharapkan seluruh warga segera melakukan registrasi.
“Untuk SPBU, kami udah bersepakat tidak lagi mengisi kartu lainnya selain Fuel Card ini,” katanya.
Gustian melanjutkan Fuel Card ini sama saja dengan kartu Brizzi yang lama. Hanya saja, banyak pengguna yang menyalahgunakan kartu Brizzi ini.
“Mungkin selama ini banyak kendaraan yang mati pajak, lalu kendaraannya pindah tangan. Dan kasus lainnya,” katanya.
Ia melanjutkan ada sebanyak 6.300 kartu Brizzi yang lama, ada kemungkinan Fuel Card ini tidak sama jumlahnya seperti Kartu Brizzi.
Terpenting, kata Gustian, kuota solar subsidi cukup di Batam dan tepat sasaran.
Di tempat yang sama, Perwakilan Pertamina Sales Area Manager Retail Kepri Fachrizal Imaduddin mengapresiasi upaya yang dilakukan Disperindag Kota Batam sudah menertibkan pendistribusian kuota solar subsidi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pertamina, Disperindag dan BRI akan melakukan registrasi ulang untuk konsumen bio solar di Kota Batam.
“Registrasi ini untuk memastikan bahwa konsumennya benar-benar real dan nyata. Bukan lagi konsumen yang berulang-ulang melakukan pengisian di SPBU atau mutar-mutar SPBU melakukan penyimpangan solar subsidi yang sudah diberikan oleh pemerintah,” kata Fachrizal.
Selain itu, penggantian kartu Brizzi ini ke Fuel Card juga memberikan tambahan benefit lain kepada pemerintah daerah.
Yakni dari sisi mengaktifkan kembali pajak kendaraan.
“Mungkin selama ini banyak kendaraan yang tak aktif. Nah dalam register ulang fuel card ini, konsumen harus melakukan aktivasi pajak dan terkait pendapatan daerah,” katanya.
Registrasi ulang secara online ini akan berjalan selama 30 hari untuk memberikan kesempatan para pengendara.
Bagi pengendara yang memiliki kartu lama, bisa langsung mengurus secara online.
“Kartu lama nanti akan ditarik setelah pengendara melakukan upload dokumen. Dan nanti akan ditentukan jadwal lokasi-lokasinya dimana kartunya diambil. Jadi konsumen tak perlu khawatir kartu lamanya ditukar dengan kartu baru, asalkan seluruh persyaratan registrasi di website sudah lengkap,” paparnya.
Kepala Cabang BRI Batam, Sumeslian menambahkan registrasi ulang ini perlu dilaksanakan setahun sekali guna untuk mengevaluasi.
Registrasi ulang dilakukan oleh langsung pemilik kendaraan. SPBU dan Disperindag membantu pengguna yang kesulitan.
“Kebijakan ini dilakukan, disamping untuk penertiban juga untuk memastikan kuota bisa untuk peruntukkannya,” katanya.
Pihak BRI, kata dia, sudah menyiapkan kartu baru. Begitu kegiatan registrasi sudah selesai, kartu baru bisa digunakan. (dkh)

