CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA – Cuaca ekstrim yang melanda di hampir seluruh pelosok nusantara, menyebabkan penurunan pasokan garam di Indonesia.
Ini terjadi, karena kadar garam dalam air laut tak dapat berkonsentrat alias mengkristal dengan baik.
Akibatnya, pasokan garam siap pakai pun kritis.
Inilah yang kemudian memaksa Pemerintah melakukan pemenuhan kebutuhan garam dengan jalan impor.
Adapun total kebutuhan garam yang perlu diatasi ialah 75 ribu ton. Angka sebanyak ini jelas sangat mengkhawatirkan, jika tak kunjung dipenuhi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution angkat bicara terkait masalah kelangkaan dan melonjaknya harga garam di Indonesia.
Menurutnya, kondisi ini akan menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah Indonesia untuk membenahi sektor hulu industri tersebut.
Perihal pengaruh cuaca, dia tak banyak berkomentar. Namun, ia hanya meminta doa dari seluruh masyarakat agar kondisi alam tetap selaras dengan program pemerintah dalam mensejahterakan rakyat.
“Doakan saja, jangan di-bully lagi. Sebab itu (bully) tak bisa membantu apa-apa,” tukasnya.

