CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM– Lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi Kepri mencatatkan rekor baru sepanjang tahun 2022 ini.
Data Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Minggu (6/2/2022), mencatatkan penambahan 65 kasus baru dalam 24 jam terakhir.
Terbanyak di Kota Batam 51 kasus, Tanjungpinang 13 kasus dan satu kasus di Bintan.
Sementara itu, total kasus aktif saat ini mencapai 236 orang. Namun, syukurnya, tidak ada pasien Covid yang meninggal dunia.
Jumlah keterisian tempat tidur di rumah sakit (BOR) di Kepri juga masih rendah, yakni 11,03 persen, Kota Batam 14,62 persen dan Tanjungpinang 5,26 persen.
Sedangkan daerah lain tidak ada pasien yang mendapat perawatan rumah sakit, hanya isolasi mandiri.
Dari seluruh Kepri, saat ini hanya Kabupaten Lingga dan Anambas yang berzona hijau karena nihil kasus aktif.
Sedangkan kasus aktif tertinggi adalah Kota Batam 164 persen, Tanjungpinang 58 persen, Bintan 5 persen, Karimun 5 persen dan Kabupaten Natuna empat kasus aktif.
Kenaikan kasus di Batam memang paling tinggi dalam sepekan belakangan ini dan Minggu (6/2/2022) merupakan angka tertinggi dengan 51 kasus sejak awal Tahun 2022.
Kecenderungan kasus juga semakin tinggi dalam sepekan terakhir. Dalam dua hari terakhir kenaikannya 53 persen dari 27 kasus. Hari Sabtu menjadi 51 kasus, Minggu kemarin.
“Ya, selama dua hari ini ada penambahan 78 kasus baru di Kota Batam,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Didi Kusmarjadi, Minggu (6/2/2022).
Jumlah ini sangat tinggi dibandingkan jumlah pasien sembuh, yakni enam orang, enam orang Sabtu dan tiga orang sembuh, Minggu kemarin.
Sehingga, jumlah kasus aktif di Batam juga mengalami peningkatan signifikan menjadi sebanyak 164 kasus.
Dari jumlah itu, dua orang menjalani isolasi mandiri di rumah dan 162 lainnya dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Batam dan Asrama Haji.
Kasus aktif tersebar di seluruh mainland Batam. Tertinggi Kecamatan Batam Kota dengan 49 kasus sehingga kembali berzona merah; kemudian Bengkong 20 kasus, Sekupang 20 kasus, Lubukbaja 16 kasus serta Nongsa 14 kasus.
Keempat kecamatan ini berzona orange. Sementara zona kuning Batuaji 10 kasus, Sagulung 10 kasus serta Batuampar dan Seibeduk masing-masing sembilan kasus aktif.
“Tiga kecamatan hinterland zona hijau,” ungkap Didi.
Didi mengingatkan agar masyarakat kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat penyebaran Covid-19 terus meluas.
Ia meminta masyarakat kembali bersama-sama memutus mata rantai virus dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
Selain warga Batam, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) positif yang baru masuk dari Malaysia juga bertambah.
Data terbaru, Minggu kemarin, ada 26 PMI yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang.
Kepala penerangan Kogabwilhan-I kolonel Marinir Aris Mudian kepada Tribun mengatakan, saat ini RSKI Galang merawat 183 pasien.
“Dari total 183 pasien yang kita rawat, 111 pria dan 72 wanita,” katanya, kemarin.
Semakin menanjaknya grafik kasus membuat tim gabungan kembali melakukan razia protokol kesehatan (prokes), Sabtu malam.
Sebanyak 100 personel dari Satpol PP, Ditpam BP Batam, TNI, Polri, Dishub, Kejaksaan dan Pengadilan dikerahkan.
Kepala Satpol PP Kota Batam Reza Khadafy mengatakan, razia menyasar sejumlah kawasan ramai di empat kecamatan, yakni Batam Kota, Bengkong, Batuampar dan Lubukbaja.
Hingga saat ini, pelanggar memang masih diberikan teguran lisan secara persuasif. Begitu juga para pelaku usaha seperti restoran dan kafe.
“Namun, jika dinamikan di lapangan kepatuhan prokes masih rendah, kita akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” paparnya. (ndn/dkh/mzi)

