Close Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
mgid
What's Hot

Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang

1 April 2026

Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung

1 April 2026

BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal

31 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang
  • Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung
  • BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal
  • Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis, Target Pendapatan 2027 Capai Rp5,2 Triliun
  • Pendapatan Batam Naik Rp331 Miliar, Amsakar Sampaikan LKPJ 2025
  • Dorong Elektrifikasi, Veloz Hybrid EV Resmi Diluncurkan di Batam, Tawarkan Efisiensi dan Emisi Rendah
  • Apel Perdana Pascale­baran, Amsakar Tegaskan Transformasi Kinerja ASN
  • Tiga Masalah Besar Batam Belum Tuntas, Amsakar Siap Rombak Jajaran Pemko
Facebook X (Twitter) Instagram
CentralBatamCentralBatam
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
CentralBatamCentralBatam
Beranda » Ceramah Ke-15: Kematian, Awal Perjalanan Panjang Tiada Akhir
HEADLINE

Ceramah Ke-15: Kematian, Awal Perjalanan Panjang Tiada Akhir

12 Juni 2017Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
ilustrasi Kehidupan dan Kematian
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sesuatu yang sangat ditakuti orang adalah kematian. Beragam cara dilakukan untuk menghindarkan diri dari kematian. Bagaimanapun usaha yang dilakukan, jika datang ajal menjemput tidak ada yang dapat menghindar darinya. Kematian bisa datang setiap saat, kapan saja, di mana saja, dan tanpa bisa diduga-duga sebelumnya.

Firman Allah;

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat juga memajukannya” (QS. Al A’raf 34).

Mereka yang terlalu asyik dengan kehidupan duniawi mengakibatkan lupa sehingga tidak menyadari dan menyiapkan untuk menghadapi saat datangnya ajal. Kematian bukanlah akhir dari segalanya. Justru kematian adalah awal perjalanan panjang yang tiada pernah berakhir untuk menunggu perjalanan selanjutnya.

Allah berfirman;

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Al Jumu’ah 8).

Orang cerdas akan mempersiapkan dirinya menuju perjalanan kematiannya. Mereka yang sadar, setelah kematian ada kehidupan panjang yang harus dilaluinya. Di antaranya akan hidup di alam kubur (barzakh), hari kebangkitan, padang mahsyar, hisab, mizan, shirath, dan lainnya kehidupan yang gaib lainnya.

Jika sudah yakin, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya tempat persinggahan sementara dibandingkan kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Orang yang lalai namun merasa paling cerdas dan pandai tidak akan pernah peduli dengan kehidupan akhirat yang abadi. Mereka justru mempersiapkan hidupnya untuk kehidupan di dunia saja.

Sekarang ini, banyak manusia yang mengukur segala sesuatu dengan kesuksesan materi. Menabung, investasi, membangun rumah atau gedung, atau menyiapkan harta berlimpah untuk hari tuanya saja. Sedangkan bekal menuju akhirat dikesampingkan. Semua kekeliruan ini akan tersibak tatkala nyawa sudah sampai di tenggorokan.

Usai nyawa berpisah dari badan, mereka baru sadar akan kekeliruannya. Di alam kubur (barzakh) mereka berseru minta dikembalikan hidup ke dunia lagi. Tujuannya untuk memperbaiki kekeliruan yang sudah dilakukan selama hidup di dunia. Sayang, Allah tidak mengizinkannya. Sebagaimana janji Allah di surat Al Mu’minun 99-100;

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ

لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Apabila kematian datang kepada seseorang dari mereka, ia berkata: Ya Rabbku kembalikanlah aku ke dunia agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh (pembatas) hingga hari mereka dibangkitkan” (QS. Al Mu’minun 99-100).

Jika ruh sudah melayang dari badan, semua sudah terlambat. Tidak ada jalan untuk bisa kembali hidup ke dunia sebab antara alam dunia dan alam kubur ada dinding (barzakh) yang sangat kokoh dan tidak bisa ditembus oleh apapun. Tidak banyak hal yang bisa diketahui tentang kehidupan di alam kubur (barzakh) dan proses keluarnya ruh dari tubuh.

Allah menegaskan firman-Nya;

وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

“Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka dan berkata: Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar, tentulah kamu akan merasa ngeri” (QS. Al Anfal 50).

Sudahkah mempersiapkan diri untuk menghadapi ajal kita yang datang tiba-tiba? Tentu saja ini membutuhkan perenungan yang sangat dalam supaya melahirkan keimanan dan peningkatan amal sholeh. Sejak dahulu sampai sekarang belum ada orang yang berhasil menembus kehidupan alam kubur.

Maka dari itu tidak ada cerita atau pengalaman dari alam kubur. Terkecuali orang-orang yang diberikan izin Allah. Begitu juga dengan mereka yang tinggal di dekat kuburan atau rumahnya di belakang kuburan, sama sekali tidak bisa mendengarkan apa-apa yang terjadi di dalam kuburan. Semuanya dibatasi dinding (hijab) yang hanya bisa diimani hati.

Yang jelas dan pasti, kita sebagai umat Islam hanya mendapat informasi yang haq (benar) tentang alam barzakh dari Alquran dan hadis yang disampaikan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Di antaranya hadis dari al Barro’ bin Azib, Al Imam Ahmad, Abu Dawud, An Nasa’i, atau Ibnu Majah. Dalam sebuah riwayat dikisahkan seperti ini;

Suatu ketika para sahabat berada di pekuburan Baqi’ul Ghorqod. Lalu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mendatangi mereka dan beliaupun duduk. Sementara para sahabat duduk di sekitarnya dengan tenang tanpa mengeluarkan suara, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Mereka sedang menanti penggalian kubur seseorang yang baru saja meninggal.

Hal ini menunjukkan bahwa tatkala seorang hamba berada di pekuburan, dituntunkan agar bersikap tenang, hening, dan tidak mengucapkan sesuatu dengan suara yang keras. Terlebih lagi berbicara mengenai urusan-urusan dunia yang fana. Dalam suasana yang seperti ini, hendaknya kita berpikir tentang kematian yang akan menimpa manusia tanpa terkecuali.

Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengangkat kepalanya dan mengucapkan: “Aku berlindung kepada Allah dari azab kubur”. Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Setelah itu, beliau Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا حُضِرَ الْمُؤْمِنُ أَتَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ بِحَرِيرَةٍ بَيْضَاءَ فَيَقُولُونَ اخْرُجِي رَاضِيَةً مَرْضِيًّا عَنْكِ إِلَى رَوْحِ اللَّهِ وَرَيْحَانٍ وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ فَتَخْرُجُ كَأَطْيَبِ رِيحِ الْمِسْكِ حَتَّى أَنَّهُ لَيُنَاوِلُهُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا حَتَّى يَأْتُونَ بِهِ بَابَ السَّمَاءِ فَيَقُولُونَ مَا أَطْيَبَ هَذِهِ الرِّيحَ الَّتِي جَاءَتْكُمْ مِنْ الْأَرْضِ فَيَأْتُونَ بِهِ أَرْوَاحَ الْمُؤْمِنِينَ فَلَهُمْ أَشَدُّ فَرَحًا بِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ بِغَائِبِهِ يَقْدَمُ عَلَيْهِ فَيَسْأَلُونَهُ مَاذَا فَعَلَ فُلَانٌ مَاذَا فَعَلَ فُلَانٌ فَيَقُولُونَ دَعُوهُ فَإِنَّهُ كَانَ فِي غَمِّ الدُّنْيَا فَإِذَا قَالَ أَمَا أَتَاكُمْ قَالُوا ذُهِبَ بِهِ إِلَى أُمِّهِ الْهَاوِيَةِ وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا احْتُضِرَ أَتَتْهُ مَلَائِكَةُ الْعَذَابِ بِمِسْحٍ فَيَقُولُونَ اخْرُجِي سَاخِطَةً مَسْخُوطًا عَلَيْكِ إِلَى عَذَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَتَخْرُجُ كَأَنْتَنِ رِيحِ جِيفَةٍ حَتَّى يَأْتُونَ بِهِ بَابَ الْأَرْضِ فَيَقُولُونَ مَا أَنْتَنَ هَذِهِ الرِّيحَ حَتَّى يَأْتُونَ بِهِ أَرْوَاحَ الْكُفَّارِ

“Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Apabila seorang mukmin telah mendekati ajalnya, para malaikat rahmat datang menemuinya dengan membawa sutera putih. Mereka berkata: keluarlah kamu (ruh) dengan ridha dan diridhai menuju rahmat Allah, bau harum dan Rabb yang tidak murka. Lalu ia keluar dengan bau misik yang paling harum, hingga sebagian mereka berebut dengan sebagian yang lain untuk mendapatkannya, kemudian mereka membawanya hingga pintu langit. Mereka penduduk langit berkata: Alangkah harumnya bau yang kalian bahwa ini dari bumi. Lalu mereka datang dengannya menemui ruh-ruh kaum mukminin. Mereka lebih bergembira atas kedatangannya daripada seorang di antara kalian yang didatangi orang yang sudah lama tidak bertemu. Lalu mereka bertanya kepadanya: Apa yang telah dilakukan oleh si fulan? Apa yang telah dilakukan si fulan? Mereka berkata: Biarlah ia, karena dahulu ia terlena dengan kehidupan di dunia. Jika ada yang bertanya: Tidakkah ia datang menemui kalian? Mereka menjawab: Ia dibawa ke tempat asalnya yang dalam neraka Hawiyah, dan seorang yang kafir jika telah datang ajalnya, para malaikat azab datang membawa kain kasar. Mereka berkata: keluarlah kamu dengan murka dan dimurkai menuju siksa Allah Azza Wa Jalla. Lalu ia keluar seperti bau bangkai yang paling busuk, kemudian mereka membawanya hingga pintu bumi. Lalu mereka berkata: Alangkah busuknya bau ini. Lalu mereka membawanya menemui ruh orang-orang kafir” (HR. An Nasai No. 1810).

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membacakan surat Al A’raf 40;

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak juga mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan” (QS. Al A’raf 40).

Allah berfirman;

حُنَفَاءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

“Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh” (QS. Al Hajj 31).

Pada firman yang lainnya;

وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

“Kalau kamu (dapat) melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka dan berkata: rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar, tentulah kamu akan merasa ngeri” (QS. Al Anfal 50).

Begitulah gambaran orang mukmin dan orang kafir ketika meninggalkan alam dunia dan masuk ke alam akhirat yang dimulai dengan alam barzakh (alam kubur). Saat manusia meninggalkan alam dunia bukan berarti urusannya selesai. Dia akan mengalami alam kedua yaitu alam barzakh (alam kubur) dan alam selanjutnya.

Ahli tafsir menjelaskan alam barzakh merupakan pintu masuk ke dalam alam akhirat yang sesungguhnya. Disebut dengan alam barzakh karena makna barzakh adalah penutup atau perantara bagi dua perkara. Hakikatnya alam barzakh adalah alam di antara alam dunia dan alam akhirat. Di alam barzakh, mereka yang sudah wafat akan mengikuti proses selanjutnya.

Di alam barzakh, pertama kali yang akan dihadapi mereka yang sudah wafat adalah pertanyaan dua malaikat di dalam kuburnya. Sebagaimana penjelasan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasalam;

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أُقْعِدَ الْمُؤْمِنُ فِي قَبْرِهِ أُتِيَ ثُمَّ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَذَلِكَ قَوْلُهُ { يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ } حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ بِهَذَا وَزَادَ { يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا } نَزَلَتْ فِي عَذَابِ الْقَبْرِ

“Dari Al Bara’ bin ‘Azib Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda: Apabila jenazah seorang muslim sudah didudukkan dalam kuburnya maka dia akan dihadapkan pertanyaan malaikat, kemudian dia bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. Itulah perkataan seorang muslim sebagaimana firman Allah Subhanahu Wataala dalam surat Ibrahim ayat 27 yang artinya: Allah akan meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] telah menceritakan kepada kami [Ghundar] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] seperti riwayat ini lalu menambahkannya firman Allah Subhanahu Wata ‘Ala: Allah akan meneguhkan iman orang-orang yang beriman, ayat ini turun berkenaan dengan masalah siksa kubur” (HR. Bukhari No. 1280).

Surat Ar Rum ayat 56 menegaskan;

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَىٰ يَوْمِ الْبَعْثِ ۖ فَهَٰذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَٰكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan kepada orang-orang yang kafir: Sesungguhnya kamu telah berdiam dalam kubur menurut ketetapan Allah sampai hari berbangkit, maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakininya” (QS. Ar Rum 56).

Keberhasilan di alam barzakh, yakni mendapat kebaikan atau keburukan tergantung kemampuannya menjawab pertanyaan dua malaikat itu. Perlu diingat, di alam barzakh, jasad manusia tidak akan mampu menjawabnya. Yang akan menjawabnya adalah ruh dan jiwa manusia yang telah diisi saat di alam dunia dengan kebaikan atau keburukan.

Adapun seorang yang mukmin niscaya akan dimudahkan oleh Allah untuk bisa menjawab pertanyaan kubur yaitu tentang siapa Rabmu, apa agamamu, dan siapa nabimu. Itulah yang Allah maksudkan dengan surat Ibrahim ayat 27;

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

“Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki” (QS. Ibrahim 27).

Dalam sebuah hadis yang shahih dari sahabat Al Bara’ bin ‘Azib Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda; Seorang hamba muslim bila ditanya di dalam kuburnya, niscaya dia akan bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ إِذَا سُئِلَ فِي الْقَبْرِ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَذَلِكَ قَوْلُهُ { يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ }

“Dari Al Bara’ bin ‘Azib bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Seorang muslim apabila ditanya di dalam kubur, maka akan bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. Itulah firman Allah yang berbunyi: Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat (tafsir Ibrahim 27)” (HR. Bukhari No. 4330 dan Muslim No. 5118).

Hadis ini menunjukkan bahwa seorang mukmin akan mampu mengucapkan dua kalimat syahadat “La ilaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah” baik ketika di dunia atau di akhirat. Tatkala seorang hamba menghadapi pertanyaan dua malaikat ini, maka dia akan menjawabnya sesuai dengan amal perbuatannya sewaktu hidup di dunia.

Maka dari itu, seorang muslim yang berbuat dosa-dosa besar dan tidak bertaubat sangat dimungkinkan akan disiksa Allah Selama berada di dalam kuburnya. Sebuah hadis dari sahabat ‘Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah melewati dua kuburan lalu beliau bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ مَرَّ بِقَبْرَيْنِ يُعَذَّبَانِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا بِنِصْفَيْنِ ثُمَّ غَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا فَقَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

“Dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma berkata dari Nabi Shalallahu “Alaihi Wasallam bahwasanya beliau berjalan melewati dua kuburan yang penghuninya sedang disiksa, lalu beliau bersabda: keduanya sungguh sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa disebabkan karena berbuat dosa besar. Yang satu disiksa karena tidak bersuci setelah kencing sedang yang satunya lagi karena selalu mengadu domba. Kemudian beliau mengambil sebatang dahan kurma yang masih basah daunnya lalu membelahnya menjadi dua bagian kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut. Mereka bertanya: kenapa Anda melakukan ini? Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: semoga diringankan siksanya selama batang pohon ini masih basah” (HR. Bukhari No. 1273 dan Muslim No. 439).

Hadis ini menunjukkan kepada kita sekalian bahwa dua orang yang disiksa di dalam kuburnya itu dikarenakan dosa-dosa besar. Berarti yang disiksa Allah di alam kubur bukan hanya karena kekafiran saja tetapi juga akibat dosa-dosa besar yang dilakukannya dan belum bertobat. Begitulah gambaran tentang kehidupan sesudah kematian.

Seluruh kejadian di alam kubur, siksa (azab), hari kebangkitan, dan lainnya sudah disampaikan Allah melalui lisan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam kepada kita. Semoga kita lebih giat mengerjakan amal sholeh sebagai bekal menempuh perjalanan yang sangat panjang dan kekal di alam barzakh nantinya. Wallahu A’lam.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang

1 April 2026

Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung

1 April 2026

BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal

31 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017

Ceramah 8: Dermawan, Salah Satu Tanda Umrah Mabrur

23 Mei 2018
Don't Miss
Bisnis
Bisnis

Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang

1 April 2026 Bisnis

CENTRALBATAM.CO.ID, SIAK – Suasana tak biasa terlihat di Pelabuhan Domestik Mangkapan, Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Provinsi…

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung

1 April 2026

BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal

31 Maret 2026

Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis, Target Pendapatan 2027 Capai Rp5,2 Triliun

31 Maret 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: centralbatam01@gmail.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang

1 April 2026

Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung

1 April 2026

BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal

31 Maret 2026
Most Popular

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017
© 2026 CentralBatam.co.id
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • About

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.