Close Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
mgid
What's Hot

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

12 Mei 2026

BP Batam Tutup Lubang Eks Tambang Pasir Ilegal, Perusak Kawasan Vital Diancam Sanksi

11 Mei 2026

TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan

11 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
  • BP Batam Tutup Lubang Eks Tambang Pasir Ilegal, Perusak Kawasan Vital Diancam Sanksi
  • TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan
  • TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jembatan Digital Pertama yang Menghubungkan Indonesia – Papua Nugini
  • Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas
  • TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas
  • Tak Sekadar Pemulangan, BP3MI Telusuri Jejak Pengiriman 62 PMI Ilegal
  • Sabu Disimpan di Kotak Kamus, Ditresnarkoba Polda Kepri Ungkap Modus Baru Peredaran Narkoba di Karimun
Facebook X (Twitter) Instagram
CentralBatamCentralBatam
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
CentralBatamCentralBatam
Beranda » Ceramah 6: Umrah Kita Mabrur Atau Mabur?
Fokus

Ceramah 6: Umrah Kita Mabrur Atau Mabur?

21 Mei 2018Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
Jemaah haji sedang melakukan ibadah Sa'i di antara bukit Shafa dan Marwah tahun lalu | Foto Candra P. Pusponegoro
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Perayaan musim umrah selama bulan Ramadan belum berakhir. Kesempatan ini hanya datang setiap sekali dalam setahun. Kebiasaan masyarakat menghargai mereka sepulang dari berumrah sangat berbeda-beda.

Kadang-kadang, sebelum bepergian, ada upacara pemberangkatan umrah terkesan “dipaksakan”. Sehingga saat pulang dari tanah suci, bukan kebahagiaan yang didapatkan, melainkan harus melunasi utang-piutang.

Memang, prosesi umrah yang panjang menghabiskan dana yang tidak sedikit. Intinya harus ditebus dengan perjuangan fisik dan mental yang berat selama berada di tanah suci. Akibatnya membuat paradigma masyarakat sangat apresiatif terhadap siapa pun yang sudah menunaikan ibadah umrah.

Secara syariat, ibadah umrah merupakan ibadah yang sama seperti ibadah-ibadah lainnya, hanya saja tata cara dan pelaksanaannya berbeda. Masyarakat memanggil mereka dengan sebutan ‘haji’ atau ‘hajjah’.

Seringkali terdengar panggilan haji sering mengalahkan nama si empunya. Barangkali, hanya sebutan dokter yang bisa mengimbangi popularitas panggilan ‘haji’ yang terjadi dalam masyarakat. Alhasil, sebutan haji menempel bagi siapa pun yang sudah menjadi tamu Allah di Makkah dan Madinah (haromain).

Gelar haji terkadang melebihi titel yang didapat selama pendidikan D1, D2, D3, S1, S2, dan S3. Saat ini, sebutan bagi mereka juga sering disandingkan dengan para ‘ulama atau kyai’ sebagai apresiasi atas keilmuan bagi yang menyandangnya. Hanya saja, sejatinya ibadah umrah bukanlah jenjang pendidikan atau karier untuk meraih gelar.

Tetapi semata-mata merupakan niat yang bersih untuk memenuhi panggilan Allah. Selesai ibadah umrah, seorang haji dan hajjah harus bersikap tawadhu’ dan meningkat ibadahnya sepulang dari tanah suci. Bukan malah berubah menjadi orang pelit (baca: cethil dalam Bahasa Jawa) atau nylekuthis.

Sebelum berumrah harus memiliki niat yang bersih. Sama halnya dengan ibadah-ibadah yang dikerjakan oleh umat muslim lainnya selama mereka tinggal di tanah airnya. Jadi jangan sampai kepergian ke tanah suci salah niat, bahkan ada juga yang pergi umrah hanya untuk mencari gelar, hura-hura (belanja-belanja) atau mencari pesugihan.

Hal ini sering terjadi, mencari pesugihan-nya dengan mengambil batu di haromain atau ‘nyempil’ (nyolong) kiswah (kain selubung) Ka’bah. Salah niat yang dimaksud di sini seperti niat mencari gelar haji atau hajjah. Menjadi tamu Allah dengan salah niat jelas sebuah kesalahan yang fatal.

Sebab, apapun niat yang ada dalam hati umat tidak akan lepas dari pantauan Allah, Dzat Yang Maha Tahu. Itu sebabnya, menyimpan niat lain selain memenuhi panggilan Allah (lillahi ta’ala) saat menjalankan ibadah umrah adalah sebuah pekerjaan yang sia-sia.

Kalau ibadah umrah hanya untuk mencari gelar, tentu saja mereka sudah beralih dari yang tadinya niat untuk Allah menjadi niat buat manusia. Sedangkan pelaksanaan ibadah umrah itu walillah alannasi hijjul bait (hanya khusus untuk Allah semata).

Maka itu orang yang pergi umrah haris diawali dari niat. Dan niat itu harus karena Allah Azza Wa Jalla saja. Lebih dari sekadar niat, ibadah umrah juga harus dilandasi keinginan untuk mendapat ridha Allah Sang Penguasa Takdir manusia.

Umrah harus dikerjakan dengan ikhlas dan rasa syukur, bahwa yang bersangkutan sudah mampu memenuhi panggilan sebagai tamu (al mutakmirin) di rumah Allah. Sebab, tidak semua umat muslim bisa mendapatkan kesempatan dan anugerah untuk menjadi tetamu Allah di Makkah dan Madinah.

Sebaiknya dalam pelaksanaan ibadah umrah harus sesederhana mungkin. Ibadah umrah bukan hanya dituntut menyiapkan kemampuan mental tetapi juga harus bisa menjaga fisik agar dapat menjalankan semua rukun dan syaratnya. Harapannya ibadah umrah yang dilakukan bisa sah dan mendapatkan kemabruran.

Sejujurnya, gelar haji justru tidak dikenal dalam fikih islam. Gelar haji pada permulaannya di zaman Turki Utsmani. Dari beberapa buku atau kitab yang ada selama ini, baik seperti buku fiqih sunnah, imam ahli hadis atau buku-buku yang lain tidak ada istilah gelar atau titel haji. Namun di Turki sendiri sebutan atau gelar haji justru tidak digunakan pada awal nama seseorang.

Untuk itu, mengingatkan agar mereka yang akan atau sudah pulang dari umrah agar tidak salah dalam berniat. Justru sepulang dari tanah suci lebih rendah hati, kualitas ibadah, dan amaliahnya semakin meningkat tajam.

Yang lebih penting lagi adalah mencari ridha dan keberkahan Allah. Apabila seorang mampu beribadah sebaik-baiknya dan melaksanakan semua manasik umrah, Insya Allah akan mendapat predikat umrah yang sangat mabrur.

Apabila selama melakukan ibadah umrah tidak berbicara jorok, tidak fasik, dan tidak berkelahi (rafats, fusuq, jidal), Insya Allah akan mendapat predikat umrah mabrur yang balasannya tiada lain hanyalah surga. Meraih kemabruran merupakan dambaan setiap calon jemaah umrah.

Terlebih lagi bagi jemaah asal Indonesia yang ramai berumrah saat Ramadan. Karena kebiasaan calon jemaah untuk bisa melakukan ibadah umrah harus mengumpulkan dana dalam kurun waktu yang lama (tentatif). Sehingga saat ibadah umrah tiba, usia mereka banyak yang tua-tua.

Ada dua penghargaan yang dijanjikan Allah bagi yang umrahnya diterima yakni surga. Dan seperti bayi yang baru lahir dari perut ibunya, kayaumin wala dathu ummuhu. Walau demikian, sebutan ‘haji’ atau ‘hajjah’ tampaknya bukan tidak bermanfaat.

Sebagaimana tradisi komunitas muslim Indonesia, gelar ‘haji’ atau ‘hajjah’ secara psikologis akan menjadi peringatan kepada para penyandang titel itu sendiri. Tujuannya supaya mereka senantiasa berusaha menyesuaikan perilakunya dengan identitas mulia yang diberikan oleh masyarakatnya.

Selain janji surga, keluarga atau masyarakat sekitar juga ingin merasakan kemabruran ibadah umrah itu sendiri. Setidak-tidaknya melalui perilaku terpuji yang selalu ditampilkan oleh mereka yang sudah menjalankan ibadah umrah. Bahkan dengan sungguh-sungguh, sabar, ikhlas, syukur, istiqomah dalam beramaliah, dan dermawan, bukan malah pelit bin medhit.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

12 Mei 2026

BP Batam Tutup Lubang Eks Tambang Pasir Ilegal, Perusak Kawasan Vital Diancam Sanksi

11 Mei 2026

TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan

11 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017

Ceramah 8: Dermawan, Salah Satu Tanda Umrah Mabrur

23 Mei 2018
Don't Miss
Bisnis
Bisnis

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

12 Mei 2026 Bisnis

CENTRALBATAM.CO.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kinerja perseroan tahun buku 2025 dengan…

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

BP Batam Tutup Lubang Eks Tambang Pasir Ilegal, Perusak Kawasan Vital Diancam Sanksi

11 Mei 2026

TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan

11 Mei 2026

TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jembatan Digital Pertama yang Menghubungkan Indonesia – Papua Nugini

9 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: centralbatam01@gmail.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

12 Mei 2026

BP Batam Tutup Lubang Eks Tambang Pasir Ilegal, Perusak Kawasan Vital Diancam Sanksi

11 Mei 2026

TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan

11 Mei 2026
Most Popular

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017
© 2026 CentralBatam.co.id
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • About

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.