BERBAGI
Suasana di Masjidil Haram Makkah Al Mukaramah Arab Saudi beberapa hari lalu.

Bagi umat Islam datangnya bulan Ramadan merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan. Karena dari 12 bulan yang ada, hanya di bulan Ramadan ini umat Islam bisa mendapatkan pahal yang berlipat. Namun sangat disayangkan jika kita tak mampu meraup keuntungan di bulan suci ini.

Ramadan bisa disebut sebagai bulan hadiah. Di mana banyak sekali hadiah yang Allah bagi di bulan ini. Tentu mereka yang tak mendapatkan hadiah itu adalah orang yang paling rugi, karena belum tentu Ramadan tahun berikutnya mereka bisa diberi kesempatan lagi. Ingin tidak rugi selama berada di bulan penuh berkah ini, ada beberapa hal yang harus dijauhi;

1. Tidak berpuasa dan tidak beribadah dengan maksimal

Perintah puasa di bulan Ramadan bagi setiap orang yang mengaku beriman sudah sangat jelas tertuang di surat Al Baqarah ayat 183. Namun kenyataannya, banyak di antara kita yang mengaku beriman, sehat dan tidak sedang berhalangan, namun tidak menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Padahal jika kita menilik pada rukun Islam, maka seseorang belum bisa dikatakan beragama Islam jika belum bersyahadat, menegakkan salat dan mengerjakan puasa. Sementara zakat dan ibadah haji hanya diwajibkan kepada yang mampu saja.

Selain itu, ada juga diantara kita dan mungkin termasuk yang berpuasa, namun tidak melakukan amal ibadah lainnya dengan maksimal. Puasa hanya sekadar puasa saja. Padahal bulan Ramadan itu menyimpan potensi pahala yang tidak terbatas. Ibadah sunah pahalanya dihitung seperti ibadah wajib, dan ibadah wajib pahalanya dilipatgandakan sampai tak terhingga.

“Barang siapa yang melakukan kebaikan (ibadah sunah) di bulan Ramadan pahalanya seperti melakukan ibadah wajib dibanding bulan yang lainnya. Dan barang siapa melakukan kewajiban di dalamnya, maka pahalanya seperti melakukan 70 kewajiban dibanding bulan lainnya” (HR. Ibnu Huzaimah).

“Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman yang artinya: Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku” (HR. Muslim).

2. Tidak menjaga salat

Salat adalah ibadah terpenting bagi seorang muslim karena salat adalah tiang agama. Selain itu, salat adalah amalan yang pertama kali dihisab oleh Allah di hari kiamat kelak.

“Sesungguhnya pertama kali yang dihisab dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah salatnya. Bila salatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana salatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya” (HR Tirmidzi).

Selain itu, kepada para laki-laki hendaknya senantiasa mengerjakan salat lima waktu di masjid. Karena bagi orang yang malas salat di masjid, oleh nabi Muhammad dikategorikan menjadi golongan orang munafik.

“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan salat Isya dan salat Subuh di masjid” (HR Bukhari dan Muslim).

Meskipun hanya disebutkan salat Isya dan Subuh, namun kita tidak boleh meremehkan salat lainnya. Sebab, jika kita amati saat ini, justru salat Asharlah yang sering kali sedikit jamaahnya.

Kemudian, orang munafik oleh Allah diancam dengan neraka Jahanam. “Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam” (QS An Nisa 140).

3. Puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut, kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR. Ath Thobrani).

Beberapa perkara yang menyebabkan hilangnya pahala puasa, antara lain; berdusta atau bohong, ghibah dan fitnah, mengadu domba, sumpah palsu, dan melihat aurat lawan jenis dengan syahwat.

Orang-orang tersebut puasanya tetap sah, namun tidak mendapatkan pahala atas puasanya.

4. Tidak mengikuti tarawih hingga selesai

Kadang-kadang kita melihat ada orang yang meninggalkan salat tarawih sebelum salat witir. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjanjikan satu keutamaan bagi orang yang megikuti tarawih sampai selesai. Nabi Muhammad bersabda;

“Orang yang salat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala salat semalam suntuk” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Untuk itu marilah kita usahakan senantiasa mengikuti salat tarawih berjamaah hingga selesai salat witir.

5. Tidak membiasakan membaca Alquran

Membaca Alquran adalah amalan yang sangat dianjurkan baik di bulan Ramadan maupun bulan lainnya. Di dalam riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammd bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala). Aku tidak mengatakan Alif Laam Mim adalah satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf” (HR. Tirmidzi).

Begitu besar pahala membaca Alquran, belum lagi jika dikerjakan di bulan Ramadan, di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan sampai tidak terhingga. Untuk itu marilah kita membiasakan diri untuk membaca Alquran, paling tidak di bulan Ramadan ini bisa khatam satu kali.

6. Lebih buruk dari tahun lalu

Jika puasa Ramadan tahun ini lebih buruk dari tahun lalu, maka sesungguhnya kita adalah orang yang mengalami kerugian tidak terkira. Karena orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Untuk itu marilah kita nilai diri kita masing-masing, apakah kualitas ibadah kita tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, atau justru malah menurun atau semakin buruk. Wallahu Ta ‘Ala A’lam Bishshawwab.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY