BERBAGI
Bus peziarah asal Subang terbalik 180 derajat di Jalan Raya Sumedang-Malangbong, tepatnya di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021) malam. (KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH)

CENTRALBATAM.CO.ID, SUMEDANG – Bus yang mengangkut rombongan peziarah SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, Provinsi Jawa Barat jatuh ke jurang di Tanjakan Cae Sumedang, sekira pukul 18.30 WIB, Rabu (10/3/2021).

Dalam kecelakaan tersebut ada 22 korban meninggal dan 37 orang selamat. Korban luka saat ini dibawa ke rumah sakit.

Hingga dinihari Kamis (11/3/2021) masih ada enam orang penumpang yang terjebak dalam bus yang jatuh ke jurang itu.

“Ada enam orang yang terjebak dalam bus yang jatuh ke jurang di Tanjakan Cae Sumedang, hingga dini hari Kamis (11/3/2021),” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Menurutnya, untuk mengeluarkan korban terjepit dalam bus, perlu alat crane. Hal ini dikarenakan jurangnya curam dan terjal.

Baca Juga:  Stok Vaksin Covid-19 Kosong, Didi: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Tidak Divaksin

“Perlu alat crane untuk mengeluarkan (korban). Kami sedang mengupayakan alat berat. Karena jurangnya terjal, curam. Basarnas sudah siap dan melakukan upaya evakuasi 6 korban yang masih terimpit,” kata Dony melalui wawancara Live dengan KompasTV, Rabu malam.

Dony mengatakan, ia sudah meminta jajarannya membangun posko agar jelas soal data korban bagi keluarga yang mencarinya baik asal Subang atau kota lainnya.

Diketahui sebelumnya, sebuah bus pariwisata rombongan peserta ziarah dan tur siswa SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, masuk ke jurang sedalam lebih dari 5 meter di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kasubag Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana membenarkan adanya peristiwa bus pariwisata masuk jurang tersebut. “Iya benar, tadi sekitar pukul 18.30 WIB. Sekarang anggota kami masih di lokasi kejadian,” ujar Dedi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu malam.

Baca Juga:  Warga Antusias Sambut Sembako Murah Pemko Batam

Sementara itu, warga Desa Cilengkrang, Kecamatan Wado, Susi (35) mengatakan, bus pariwisata tersebut mengangkut rombongan peziarah dari SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang. “Iya betul itu rombongan bus peziarah dari Subang,” ujar Susi melalui WhatsApp kepada Kompas.com, Rabu malam.

Susi juga menunjukkan foto identitas nama rombongan yang berada di dalam bus tersebut. “Katanya banyak korban jiwa. Tapi nggak tahu pastinya, banyak ambulans juga,” kata Susi.(kcm)

Sumber : Kompas

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan