CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Toapaya Selatan saat ini telah menujukan hasil yang cukup hasil yang cukup memuaskan.
Saat ini, Desa Mart menyumbang sebesar Rp 180 juta per tahun. Sementara usaha sewa ruko per tahunya mencapai Rp 36.000.000.

Jika ditotalkan, penghasilan Bumdes Toapaya Selatan saat ini mencapai Rp 216 juta per tahun. Atau jika dihitung bulanan, penghasilan dari Bumdes mencapai Rp 18 juta per bulan.
Meskipun demikian, Kades Toapaya Selatan, Suhendra mengatakan Bumdes di Desa yang ia pimpin tidak mau puas begitu saja. Ia mengatakan, pihaknya dan Bumdes punya target sendiri yaitu Bumdes Toapaya harus dapat menyumbang Rp 1 Milliar per tahun atau Rp 100 juta per bulan.
“Kalau omset saat ini sebenarnya sudah lumayan. Tapi kita masih target yaitu Bumdes ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Toapaya. Targetnya Rp 1 milliar per tahun untuk tahap awal,” ujar Suhendra, Minggu (16/6/2019).
Untuk mencapai target tersebut, Bumdes ini telah memiliki usaha baru yaitu; Wisata Manggrove, Agro Wisata, Mini Golf, Kampung Area, Camping Area, Eko Wisata dan Go Cart.
Meskipun usaha ini baru saja dirintis, namun bisa menyumbang untuk Bumdes sebesar Rp 3 juta per hari. Namun karena tim masih belum terbentuk, usaha ini masih di buka pada hari Sabtu dan Minggu saja.
“Untuk pokcaya saja bisa menghasilkan Rp 3 juta per hari. Karena per menit bisa menghasilkan Rp 250 ribu. Untuk itu, hari ini kita membentuk tim, lalu tim itu nantinya akan beri pelatihan khusus agar memiliki ketrampilan sesuai kebutuhan Bumdes ini,” sebutnya.
Lebih lanjut Suhendra menjelaskan, pelatihan yang akan di berikan pada tim atau pengelola Bumdes ini berupa keahlian dalam berkomunikasih atau ilmu public relationship. Selain itu, ada juga pelatihan untuk ketrampilan bahasa Inggris dan Ilmu Tehonology.
“Sekarang kita sudah memiliki wadah atau tempat usaha. Tinggal mengasah Human Resource (SDM). Misalnya keramah tamahan dalam pelayanan kustumer, pengetahuan tentang mangrove, pengetahuan tentang ilmu technology dan bahasa Inggris,” jelasnya.
Keahlian dalam Bahasa Inggris ini, lanjutnya bertujuan untuk menjadi pemandu wisata bagi wisatawan asing nantinya. Selain itu, pengetahuan di bidang ini juga akan membantu mereka mempromosikan Bumdes ini hingga ke luar Negeri melalui website.
“Kemudian, PT Alvin dan PT Global penyedia jasa Transportasi di Lagoi bay sudah mulai melirik. Ya, kita tau kalau tamu-tamu dari sana umumnya turis luar. Jadi mereka wajib dan harus bisa bahasa inggris agar bisa memberikan pelayanan yang baik pada setiap Custumer (pelanggan) yang datang.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, Suhendra rencananya akan mengundang beberapa tenaga pengajar memberikan pengetahuan yang dimaksud.
“Tempat usaha sudah punya, kemudian jika keahlian dalam melayani pelanggan sudah dimiliki. Kami optimis usaha ini menjadi Bumdes dengan omset terbesar di Kepri atau di Indonesia,” katanya dengan optimis.
Untuk menujukan keseriusan Bumdes membangun Desa ini, dari 14 RT yang ada di Toapaya Selatan turut dilibatkan sebagai tim Bumdes. Pemilihan tim yang menjalankan Bumdes ini dilakukan perekruitan melalui rapat bersama seluruh pemuda yang ada di Desa itu.
Dari hasil yang direkruit ini nantinya akan ditempatkan sesuai keahliannya. (Ndn)

