CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Upaya memperkuat iklim investasi di Kota Batam mendapat apresiasi melalui ajang penghargaan yang digelar BP Batam dalam kegiatan Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026.
Acara yang berlangsung di Ballroom Grand Mercure Batam Centre ini menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batam Nagoya menerima penghargaan Batam Investment Collaboration Appreciation 2026.
Pengakuan ini diberikan atas peran aktif institusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Batam yang berkelanjutan, inklusif, serta berdaya saing global sepanjang 2025.
Penghargaan tersebut diterima oleh Deddy Anggun Syahrial yang mewakili Kepala Kantor Cabang Batam Nagoya, Suci Rahmad. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Suci Rahmad menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk terus memperkuat peran dalam memberikan perlindungan bagi tenaga kerja sekaligus mendukung ekosistem investasi di Batam.
“Penghargaan ini merupakan hasil dari kolaborasi yang baik antara berbagai pihak. Kami akan terus berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada pekerja, sehingga mampu menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa capaian pembangunan Batam tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Batam,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 7,49 persen secara tahunan. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,76 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp253,6 triliun.
Tidak hanya dari sisi ekonomi, indikator sosial juga menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan turun dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025 atau sekitar 68 ribu jiwa. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam pun menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau, bahkan masuk lima besar di Sumatera serta peringkat ke-27 secara nasional.
Amsakar menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari menurunnya kemiskinan dan pengangguran,” tegasnya.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebut penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas kerja kolektif seluruh pihak dalam membangun Batam.
Ia mengungkapkan bahwa realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target nasional sebesar Rp60 triliun atau setara 118 persen.
Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 7,68 persen pada 2024 menjadi 7,57 persen pada 2025.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang terjalin selama ini memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.
Fary juga menyoroti tantangan investasi ke depan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global, gangguan rantai pasok, hingga kenaikan biaya energi dan logistik.
Di tengah tantangan tersebut, Batam dinilai memiliki peluang besar, khususnya di sektor maritim. Apalagi, melalui kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025, cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam diperluas dari 80 menjadi 122 pulau.
Saat ini, Batam tercatat memiliki lebih dari 135 perusahaan galangan kapal, atau lebih dari 60 persen dari total galangan kapal di Indonesia.
Fary menambahkan, tahun 2026 menjadi fase penting bagi Batam dalam menjalankan peran sebagai operator investasi pemerintah.
“Dengan kolaborasi yang semakin kuat dan strategis, kami optimistis Batam akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.(yen)

