BERBAGI
Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro dan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hadianto W. Husaini usai menandatangani MoU perawatan dan pembangunan jalan dan jembatan, di Nongsa Point Marina (NPM) Resort, Kamis (15/9/2016) / foto istimewa

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus membahas turunan peratunan menteri keuangan (PMK) tentang sewa lahan atau kerap disebut UWTO (uang wajib tahunan Otorita) di Batam.

Dalam pembahasan tersebut, tim masih melibatkan delegasi BP Batam, Dewan Kawasan dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pembahasan awal tersebut, dinilai akan menjadi titik ukur dalam menilai kebijakan kenaikan harga UWTO di Batam.

Pembahasan ini, nantinya akan merumuskan besaran sewa lahan per zonasi. Diketahui, besaran harga sewa tanah di Batam akan naik mulai dari belasan ribu hingga jutaan rupiah.

Hingga kini, pembahasan tersebut masih terus dikembangkan untuk dapat sesegera mungkin mencapai kata sepakat dalam perumusan kenaikan harga itu.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY