Berusaha Melarikan Diri, Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Depan Alfamart Kamolan ...

Berusaha Melarikan Diri, Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Depan Alfamart Kamolan Blora

0
BERBAGI
Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama saat bertanya ke tersangka SH

CENTRALBATAM.CO.ID, BLORA – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Blora bekuk seorang residivis narkoba berinisial SH (60) warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Senin (15/02/2021) lalu.

Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan bahwa tersangka SH dibekuk di jalan raya Blora Randublatung. Tepatnya di depan Alfamart Desa Kamolan, Kecamatan Blora.

“Terasangka diamankan pada, Senin (15/02/2021) sekira pukul 17.50 WIB. Barang bukti ditemukan dari tersangka, narkotika jenis sabu seberat 3,46 gram, dibungkus plastik klip warna bening dan dibungkus kertas tisu warna putih serta diisolasi warna bening kemudian dimasukkan ke dalam bungkus rokok warna putih,” kata Wiraga.

Lanjutnya Wiraga, dalam penangkapan tersebut pihaknya berhasil mengamankan barang bukti (BB) satu unit handphone dan satu unit sepeda motor.

Baca Juga:  Wali Kota Batam Rakor Hasil Pilkada 2020, Presiden Jokowi: Jangan Hanya Suka Menunggu Laporan Saja

Kejadian berawal saat Satres Narkoba Polres Blora mendapat laporan dari warga, bahwa akan terjadi transaksi narkoba jenis sabu di Jalan Raya Blora Randublatung mendapat informasi tersebut, Kasat Resnarkoba AKP Hartono memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan.

“Kemudian, sekira pukul 17.50 Wib, melintas seseorang yang dicurigai menggunakan sepeda motor metik warna hitam dengan leter L kemudian berhenti di depan Alfamart Kamolan. Melihat gerak geriknya yang mencurigakan, selanjutnya dilakukan penangkapan oleh petugas,” jelas imbuh Wiraga.

Merasa terancam, tersangka berusaha melarikan diri. Namun dengan kesigapan petugas, tersangka berhasil ditangkap. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, lanjut Kapolres, tersangka dijerat pasal Primeir Pasal 114 ayat (1) Subsidair Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Baca Juga:  Buka Rembuk Stunting Tingkat Batam, Rudi Ingatkan Kolektivitas Kunci Keberhasilan Pencegahan Stunting

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka merupakan seorang pengedar narkoba yang juga residivis, dimana pernah masuk bui 2 kali dengan kasus yang sama. Bahkan kebebasan yang terakhir adalah karena pembebasan bersyarat dari Kemenkumham dan saat ini masih dalam pemantauan.

“Kami imbau kepada masyarakat, terutama warga Blora, jauhi Narkoba jangan main main dengan barang haram tersebut karena dapat merusak kehidupan dan masa depan seseorang,” tutupnya.

Dalam konferensi pers tersebu Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama didampingi Kasatres Narkoba AKP Hartono dan Kasubbag Humas AKP Soeparlan serta Kasat Sabhara Iptu Isnaeni. (riyan)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan