BERBAGI
Upaya pencarian nelayan yang tenggelam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pasca hanyutnya Samuel Silitonga (14), anak dari pasangan Pendeta (Pdt) Sudianto Silitonga/Br. Simbolon, yang terseret gelombang di Pantai Tanjung Piayu, Batam, Minggu (18/9/2016) sore lalu. Keluarga dan sanak saudara korban tampak histeris.

Hal ini tampak dari perkataan ayah korban, Pendeta Sudianto yang tampak sangat terpukul atas insiden yang menimpa puteranya itu.

Dengan wajah sayup dan linangan air mata yang tak kunjung usai. Sudianto tampak berdoa dan terus menyerukan nama puteranya itu dalam doanya.

Usai memanjatkan doanya, ia tampak khawatir alias cemas akan nasib puteranya itu.

“Muel.. Nak.. Bapak disini, pulanglah sayang. Dimana kamu anakku?” ucapnya terpilu tangis.

Serupa dengan kondisi Sudianto, ibu korban juga tampak belum bisa menerima kenyataan akan hanyutnya Samuel dilaut Tanjung Piayu.

Sesekali ia tampak histeris memanggil puteranya yang hingga kini belum ditemukan itu.

“Muel.. Nak dimana kamu, sini sama mama nak,” ucapnya sesegukan.

Sementara, hingga saat ini upaya pencarian masih terus dilakukan. Dengan bantuan kapal pencari dan perahu nelayan sekitar, pencarian itu masih diintensifkan.

Pendeta Sudianto berharap, puteranya itu dapat segera ditemukan.

“Saya harap anak saya ditemukan secepat mungkin, kasihan dia,” harapnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY