BERBAGI
Rusdianto memeragakan pemukulan korban sebelum jatuh ke laut

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Awalnya korban bernama Fendi (30) bersama terduga Rusdianto, serta anak buah kapal (ABK) KM Simpati Jaya lainya secara bersama-sama pergi minum keras (miras) di tempat hiburan batu 15.

Usai minum di tempat esek-esek itu, kawanan ABK itu pulang sambil melanjutkan minum diatas kapal penangkap ikan. Diduga karena pengaruh miras itu, Fendi terlibat cecok hingga pemukulan yang mengakibatkan Fendi jatuh ke laut dan dinyatakan meninggal dunia.

Kasus meninggalnya Fendi ini kembali diungkap melalui gelar rekontruksi di perairan Pelabuhan Pasir, Kelurahan Kawal,Kecamatan Gunung Kijang,Bintan, Senin (30/9/2019).

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Monang Silalahi menuturkan, bahwa hari ini pihaknya melaksanakan rekontruksi atas kasus meninggalnya ABK kapal dalam kasus perkelahian.

“Hal ini dilakukan untuk memenuhi petunjuk dari jaksa penuntut umum dalam kelengkapan berkas,” ujarnya di TKP, Senin (5/11/2019).

Lanjutnya, seperti yang di adegankan Rusdianto (tersangka) dan sejumlah saksi yang merupakan rekan kerja korban, ada sepuluh adegan yang di peragakan oleh tersangka.

Dimana adegan pertama para ABK,baik tersangka dan korban awalnya baru pulang minum-minuman keras dari tempat hiburan dan lanjut minum di kapal.

Setelah itu terjadilah cekcok antara Fendi (korban) dan saudara Anas di luar.

Di sana Fendi yang dalam kondisi mabuk sempat menasihati Anas agar tidak nakal lagi dan sambil mengancam untuk memukul.

Namun singkat cerita, Fendi saat menasehati itu pun langsung memukuli Anas  tanpa sebab.

Perkelahian itupun berlanjut dengan menantang rekannya yang lain bernama Rusdianto yang sedang tidur dengan membangunkannya.

“Atas ajakan itu, naiklah rekannya  dan di susul Fendi ke pelabuhan dan terjadilah perkelahian”.

“Setelah itu, korban pun terjatuh ke laut dan saat itupun fendi tidak muncul ke permukaan, hingga ditemukan meninggal pagi itu,” ucapnya.

Adapun adegan yang menyebabkan korban jatuh ke laut sekitar pelabuhan merupakan adegan keenam.

Dimana pada adegan keenam itu terjadi setelah  korban terlibat perkelahian dengan tersangka, dan terjatuh setelah menerima pukulan dari tersangka hingga mundur ke bibir dermaga dan terjatuh.

“Jadi korban ini terjatuh setelah di pukul oleh tersangka beberapa kali, dan mundur hingga ketepi bibir dermaga dan terjatuh,” tutur Monang.

Monang juga menyebutkan, bahwa setelah terjatuh saat itu posisi korban masih hidup, dan saat itu tiba-tiba korban tidak terlihat lagi hingga menghilang.

“Nah saat itu teman-teman mencoba mencari korban, tetapi tidak ditemukan dan paginya korban sudah ditemukan terapung sekitar 50 meter dari lokasi kejadian,” tuturnya.

Ia juga menuturkan, berdasarkan hasil visum, korban ada bekas pukulan di bagian kepala.

“Dari hasil visum korban meninggal dunia disebabkan akibat karena trauma pukulan dan tenggelam,” tuturnya.

Sementara itu, Rusdianto (tersagka) saat peragakan beberapa rekontruksi tampak membeberkan semua kejadian, mulao dari awalnya duduk di jaring yang ada di kapal hingga cekcok di dermaga dan sampai korban terjatuh ke laut.

“Kalau korban itu terjatuh saat aku pukul sebanyak empat kali, dan sedikit oyong hingga mundur melawan saya, dan akhirnya terjatuh kelaut,”terangnya.

Lanjutnya, setelah korban terjatuh aku sempat membiarkan begitu saja dan berdiri di dermaga.

“Saat itu juga kawan yang melihat kejadian itu mencoba menolong dan akhirnya saya mencoba menolong bersama teman-teman,tapi korban sudah tidak nampak hingga  pukul 04:00 WIB pagi, dan karena saya sudah ngantuk berat lagi tidur dan paginya korban ditemukan sudah meninggal dunia dan terapung,”ungkapnya.

Atas perbuatan yang dilakukan tersangka sebagaimana termaksud dalam ketentuan Pasal 351 KUHP mengatur tentang penganiayaan dengan ancaman 7 tahun penjara.(ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY