Benarkah Lampu Air Laut Yang Diperkenalkan AWe Hanya Ada Di Lingga?

Benarkah Lampu Air Laut Yang Diperkenalkan AWe Hanya Ada Di Lingga?

0
BERBAGI
Screenshot foto penemu lampu dari media Liputan 6.

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Baru – baru ini calon Bupati Bintan, Alias Wello atau AWe memberikan pernyataan yang membuat banyak masyarakat penasaran. Pasalnya, dari berbagai informasi yang beredar di media dan medsos, AWe memperkenalkan teknology baru.

“Teknologi itu dipamerkan AWe kepada kelompok masyarakat di Telukbakau, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan. Hanya dengan 300 milli liter air laut atau sekitar sebotol, lampu rakyat itu menyala. Lama lampu rakyat itu menyala, bisa berkisar 6 sampai dengan 8 jam”

“Untuk membuatnya, kalau tak ada air laut, air garam pun bisa,” kata Alias dikutib dari berbagai informasi yang beredar di media, Minggu (20/9).

AWe mengatakan, teknologi lampu rakyat ini Lampu rakyat, hanya ada dan sudah dijalankan di Lingga.

Pernyataan itu membuat masyarakat Bintan bangga sekaligus penasaran. Bangga karena AWe bisa menciptakan sebuah teknology yang sangat bermanfaat untuk nelayan. Penasaran karena AWe mengatakan hanya ada di Lingga yang seolah-olah belum ada di daerah lain di Indonesia.

“Sebagai orang Bintan, kita bangga lah punya calon Bupati yang sangat kreatif. Tapi apa benar hanya ada di Lingga saja dan tidak ada di daerah lain atau di seluruh dunia?,”tanya Sopi salah satu warga Toapaya.

Menjawab penasaran warga itu, media ini melakukan surfing di web. Dengan menulis “Penemu teknologi lampu air laut” di pencarian google terdapat banyak informasi mengenai lampu dengan bernergi air garam.

Salah satu yang menarik, lampu energy berbahan bakar air laut ini ternyata pertama kali ditemukan oleh Aisa Mijeno, seorang insinyur muda asal Filipina. Penemuan ini pertama kali diterbitkan oleh media Filipina Coconut Manilla, Kamis (26/11/2015) yang kemudian di publikasikan oleh media Nasional “Liputan6”

Berdasarkan penelusuran media ini terkait lampu energy air asin ciptaan pria yang juga pengusaha asal mdua Manila itu dengan nama perusahaan miliknya “Sustainable Alternative Lighting (SALt) develops LED lamp fueled by salt water” ternyata lampu ini pernah menjadi pemberitaan media asing sejak 1 July 2015.

Kemudian, salah satu tim AWe saat ditanya apakah lampu yang diperkenalkan AWe pada masyarakat merupakan ciptaan insinyur asal Filipina atau ciptaan tim AWe, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY