BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA-Terkait semakin maraknya personel Kepolisian RI yang mengumbar kehidupan dan aktifitasnya dalam menjalankan tugas, turut menyita perhatian besar dari masyarakat Indonesia.

Keheterogenan masyarakat mengaku, kebanyakan polisi dan aparat keamanan lainnya bekerja keras hingga kadang menjadi buah bibir, dengan kinerja yang ditorehkan. Namun sebagian lainnya menganggap, kebanyakan anggota Polri hanya unjuk seragam dan pamer posisi hingga akhirnya mengunggah segala sesuatunya di dunia maya alias Medsos.

Menanggapi hal ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku gerah dan langsung mengeluarkan surat edaran (SE) terkait aturan bagi anggota Polri dalam menggunakan media sosial.

Edaran tersebut dibuatnya, agar anggota Polri menjaga etika dan citra institusinya di media sosial.

Kapolri, saat dikonfirmasi di Istana Negara | Foto : Natalie
Kapolri, saat dikonfirmasi di Istana Negara | Foto : Natalie

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengaku, surat edaran bernomor SE/11/VI/2016 tanggal 30 Juni 2016 itu juga diterima Polda Metro Jaya.

“Oh iya, memang surat tersebut tidak melarang anggota untuk gaul di medsos. Cuma yAng dilarang itu yang bisa merugikan martabat kepolisian, misalnya kegiatan pribadi yang tidak pAntas kemudian disebar ke publik. Kan itu dikirim atau disebar ke medsos, itu tidak boleh,” jelas Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Ada 5 poin yang ditegaskan Kapolri dalam surat edaran tersebut, salah satunya dilarang memamerkan kemewahan dan hidup hedonis di media sosial.

“Kemudian yang hidup mewah, hedonis itu tidak boleh. Walau keluarganya dari kalangan berada ya silakan. Tapi kalau sudah melakukan kegiatan kepolisian jangan sampai hal itu juga diupload ke medsos,” tuturnya.

Berikut isi Surat Edaran bernomor SE/11/VI/2016 tangga 30 Juni 2016 tentang penanganan terhadap pegawai negeri pada Polri yang menggunggah foto, video, membuat tulisan dan komentar di medsos yang dapat menurunkan citra dan kehormatan lembaga Polri.

1. Menggunggah dan menyebarkan foto atau video ke medsos yang berbau pornografi, dan perbuatan lainnya yang tidak sesuai dengan nilai kesusilaan atau kepatutan.

2. Membuat tulisan dan komentar atau perbuatan yang dapat menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu atau kelompok tertentu.

3. Membuat dan menyebarkan tulisan terkait pelaksanaan tugas kepolisian yang bersifat rahasia.

4. Menggunggah dan menyebarkan foto atau video terkait pelaksanaan tugas Polri yang bersifat rahasia.

5. menggunggah dan menyebarkan perilaku gaya hidup mewah dalam bentuk foto dan video.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan, perilaku sebagaimana dimaksud merupakan tindak pidana, pelanggaran disiplin dan kode etik.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY