CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Kapolsek Gunungkijang, AKP Hendrial mengatakan satu dari kedua Napi Lapas Kelas II Tanjugpinang itu ditangkap kemarin sekita jam 1.50 WIB sore hari.
Saat itu Kanit Intel Polsek, Ipda Nyoman Gunungkijang hendak pulang rumah. Namun karena adanya informasi terkait kaburnya 2 warga binaan Lapas Kelas II Tanjugpinang yakni Rio Syaripan dan Muhammad Effendi, dirinya menyempatkan menyisir wilayah sekitar polsek.
“Saat itu, beliau (Iptu Nyoman) naik mobil. Ditengah jalan dia melihat 2 orang sedang berjalan kaki persis depan Masjid Raya Gunungkijang. Sebagai anggota Polri, nalurinya Nyoman langsung muncul dan menghentikan mobilnya serta mencegat keduanya,” ujar Hendrial pada jumpa perss di Mapolsek Gunungkijang, Jumat (10/11).
Lebih lanjut ia menceritakan, mendapati mobil Nyoman berhenti, kedua Napi itu langsung kabur menuju hutan yang ada depan Masjid. Tidak mau kehilangan buruannya, Nyman langsung turun dari mobil dan berteriak “berhenti atau saya tembak”.
“Begitu mendengar teriakan ditembak, Muhammad Effendi langsung angkat tangan dan meminta ampun. Sedangkan Rio Syaripan terus lari,” jelasnya.
Karena saat itu Ipda Nyoman sendirian, tidak bisa mengejar Rio. Sehingga yang berhasil dibawa pulang hanya satu orang yaitu Effendi.
Kapolres Bintan, Febrianto Guntur Sunoto saat dihubungi melalui pesan singkat Whatsap mengatakan Polres Bintan akan terus memback up Lapas untuk sama sama mengejar Satu orang warga binaan yg sekarang masih menjadi buronan Lapas.
Berikut Youtubenya
https://www.youtube.com/watch?v=QB9wddF9KdM
“Saat Ini Personel Polres Bintan, Sat Sabhara, Intel, Reskrim dan Polsek Gunungkijang Kijang dibantu dengan masyarakat Kawal dan sekitarnya sedang mencari di sekitaran wilayah terakhir buronan tersebut terlihat terakhir kali,” ujar Febrianto. (Ndn).

