CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Rahmi langsung menangis setelah Gubernur Kepri Nurdin Basirun tidak lagi menggendong bayi kembar siam itu saat membesuk pasca operasi pemisahan di rumah sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Jumat (19/8/2016).
Didampingi anggota DPRD Kepri, Yusrizal dan pengusaha Kepri, Datuk Amat Tantoso, rombongan tiba di RSAB pukul 09.30 WIB langsung disambut Direktur RSAB dr Widya Putri dan Ketua Tim Operasi Pemisahan Kembar Siam Rahma (Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah)-Rahmi (Nur Rahmi Fahira Nalannisa), dr Indrayanti, dokter anak dr Nenden.
Rombongan selanjut ke ruang perawat kembar siam di lantai dua. Nurdin bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras tim dokter menjalankan operasi pemisahan.

Nurdin juga berterima kasih kepada para donatur dan masyarakat Kepri yang peduli dengan bayi kembar siam Rahma-Rahmi.
Nurdin terlebih dulu melihat kondisi Rahmi, kemudian baru mengunjungi Rahma di ruang bersebelahan. Rahma menangis saat Nurdin sampai di tempat tidurnya. Sambil memegangi tangan mungil Rahma Nurdin berbisik agar Rahma kuat dan cepat pulih.

Nurdin yang membesuk pasangan bayi kembar siam itu menjenguk Rahma dan Rahmi, menyempatkan diri menggendong Rahmi dengan sembari sesekali menyetuh pipi Rahmi dan mengajaknya bercanda.
“Panggil Om saja ya, jangan Atuk,” canda Nurdin disambut derai tawa tim dokter.
Nurdin juga sempat bertanya ke Rahmi kelak besar mau jadi apa.
“Kelak besar nanti Rahmi harus jadi dokter ya. Dokter yang hafizah,” kata Nurdin saat Rahmi di gendong.

Usai digendong, Nurdin menyerahkan kembali Rahmi ke dr Indrayanti. Rahmi justru menangis setelah dilepas Nurdin.
Nurdin berpesan agar operasi harus dilakukan sampai tuntas hingga Rahma dan Rahmi pulang ke rumah dan tumbuh kembang seperti anak balita pada umumnya.
“Kerja ini harus tuntas. Kalau memang Rahma perlu penanganan lebih lanjut karena gangguan jantung, harus segera dilakukan. Segera bawa secepatnya ke RS.Dr.Soetomo Surabaya begitu kondisinya pulih. Jangan sampai tidak tuntas,” tegas Nurdin.

Menurut Ketua Tim Operasi dr Indrayanti, kondisi Rahma memang agak lemah dari adiknya Rahmi. Rahma terkena gangguan jantung, yakni klep jantungnya hanya satu yang berfungsi. Untuk itu butuh penanganan lebih lanjut.
“Kemungkinan operasi jantungnya akan dilakukan di RS. Dr.Soetomo Surabaya karena di Awal Bros belum ada mesin untuk jantung. Saat operasi berlangsung nanti, jantung Rahma akan dipindahkan dulu ke mesin itu,” jelas dr Indrayanti.
Sebelumnya, bayi Rahma dan Rahmi kembar siam asal Batam berhasil dipisahkan tim dokter di Kepri. Sebanyak 33 dokter dilibatkan dalam operasi bersejarah di Kepri ini.
Operasi berlangsung selama 3 jam dengan sukses. Rahma saat ini memiliki berat badan 3,6 kg dan masih membutuhkan penanganan lebih lanjut karena mengalami gangguan jantung.
Sedang kondisi Rahmi sudah pulih dan sehat dengan berat badan 5,6 kg. Saat ini Rahmi sudah bisa makan makanan biasa untuk anak seusianya. (*)

