CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Bawaslu Bintan meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) agar memastikan kondisi kesehatan calon Paniti Pemilihan Kecematan (PPK).
Hal ini katanya untuk mengantisipasi kejadian tak terduga saat pemilu 2020 mendatang.
“Tahun 2019 lalu banyak kejadian anggota PPK meninggal di beberapa daerah. Untuk itu, agar tidak terulang lagi kita himbau agar Dinkes lebih selektif lagi,” ujar Komisioner Bawaslu Bintan Dumoranto Situmorang, Senin (20/01/2020).
Lanjutnya, adapun langka yang harus diperhatikan yakni pihak kesehatan tidak hanya menerbitkan tetapi agar ditanyakan riwayat kesehatan si calon dan mengecek kondisi kesehatan calon PPK.
“Jadi saya menghimbau supaya kesehatan calon PPK yang akan direkrut lebih di perhatikan kesehatannya,”ucapnya.
Dumoranto mencontohkan, pemohon yang memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes harus dipertimbangkan. Sebab, berpotensi buruk mengingat kerja PPK yang sangat berat.
“Pekerjaan PPK itu berat, karena itu penyelenggara pemilu harus sehat,”ungkapnya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan dr Gama Isnaeni mengungkapkan, sudah mengingatkan rumah sakit dan puskesmas agar selektif menerbitkan SKS.
Orang-orang yang paling beresiko misalnya pengidap diabetes, gula darah, hipertensi dan penyakit jantung mesti mempertimbangkan kondisi kesehatannya jika ingin ikut menjadi PPK.
“Bukan berarti dibuatkan surat sehatnya tidak lagi memeriksakan kesehatannya. Tetap harus rutin memeriksakan kesehatannya. Kita akan berikan catatan,”tutupnya.
Sementara itu, untuk warga yang sudah melamar menjadi PPK sudah ada 8 orang yang sudah menyerahkan berkasnya ke Kantor KPU Bintan sejak dua hari dibukanya penerimaan berkas calon PPK oleh KPU Bintan.
Dari 8 berkas itu, tersebar dari Kecamatan Bintan Timur, Kecamatan SKL, Kecamatan Bintan Pesisir dan Kecamatan Bintan Utara. (Ndn)

