CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Cuaca di Kota Batam terpantau berawan dan udaranya mulai terpapar asap, Sabtu (28/8/2016).
Terpantau sejak pagi tadi, sekitar pukul 07.00 WIB, udara di Kota Batam terlihat mulai terpapar asap dengan intensitas kepekatan yang masih terbilang tipis.
Meski masih dalam kategori wajar (tipis), namun kondisi ini tampak berbeda dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Sejak 2 hari terakhir, udara Batam yang mulai berasap terpantau jelas dibeberapa lokasi dan ketinggian yang ada di Batam. Saat dipantau dari Jembatan penyeberangan Sei Ladi, tampak situasi lingkungan dipenuhi asap tipis hingga sedang.

Tak hanya itu, saat dilihat jelas dari ketinggian bukit di Batam Bintan Telekomunikasi (BBT), tak jauh dari Tower BBT, Muka Kuning, Batam. Hal serupa juga tampak, paparan asap yang sedikit pekat telah menyelimuti pemandangan dihampir seluruh wilayah Kota Batam.
Namun, hal yang menjadi pertanyaan masyarakat. Dari mana asal kepulan asap yang mulai meyelimuti Kota Batam ini?
Berdasarkan pantauan tim Central Batam, sejak pagi tadi terpantau sudah ada sekitar 65 titik api yang ada di Sumatera (Riau). Kondisi ini kemudian ditiup hembusan angin yang berhembus dari Selatan dan Barat Daya Riau, menuju Utara dan Timur Laut.

Akan hal ini, letak Geografis Kepri (Batam) yang ada disebelah Timur Riau turut memengaruhi besar wilayah penyebaran asap yang tertiup angin.
Batam menjadi salah satu tempat, yang dilalui angin yang bercampur asap hasil kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Riau.

Dengan hal inilah, kemudian Batam mulai diselimuti asap dalam kategori tipis hingga sedang. Bukan dari kebakaran lahan dan hutan yang ada di Batam, namun asap yang terbawa angin dari Riau.
Hal berbeda tampak di Kalimantan, mengingat arah angi yang bertiup ke Utara dan Timur Laut Kepri, menjadikan asap hasil Karlahut di Kalimantan Barat menjauh dari Kepri.
Kondisi ini tentunya sangat menguntungkan, ditengah kondisi Batam yang mulai terpapar asap.

