BERBAGI
Penampakan Shearline yang melingkar di sekitar Kepri dan Sumatera Selatan bagian Barat tampak seperti pusaran angin puting beliung yang melingkar | Foto : Ned, BMKG Hang Nadim

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pagi tadi, kondisi cuaca di Kota Batam tampak cerah, Senin (24/4/2017). Namun, siang ini, awan gelap pekat tampak mengepul. Bahkan, hujan lebat pun telah mengguyur.

Penampakan awan gelap dan hujan lebat itu tampak mulai dari Kecamatan Sekupang, Batuaji, hingga beberapa wilayah di Baloi, Batam Kota, beberapa lokasi Lubuk Baja dan di sekitar wilayah Jodoh.

Tak hanya hujan, angin kencang dan petir juga terpantau mewarnai cuaca Batam. Kondisi ini telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir.

“Parahnya, semalam (Minggu, red) ada warga Batam yang tersambar petir. Nah, ini yang bahaya. Perlu diwaspadai petir-petirnya itu,” kata Kepala Kantor BMKG Hang Nadim, Batam, Philip Mustamu, saat dikonfirmasi, Senin (24/4/2017) pagi.

Dia juga menegaskan, bahwa BMKG memprediksi curah hujan di Batam periode hari ini masih tetap ada. Senada, petir dan angin kencang juga perlu diwaspadai selama hujan turun.

“Meskipun tidak setinggi intensitas hujan beberapa saat lalu, namun hal ini tetap saja memerlukan kesiap-siagaan masyarakat agar tak terguyur hujan dan terhindar dari bahaya petir,” ungkapnya.

Pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Hang Nadim, Batam, penumpukan massa udara di sekitar Kepri masih terus terjadi.

“Masih ada penumpukan, tapi tak sebanyak beberapa hari lalu,” kata Kepala BMKG Stasiun Hang Nadim, Batam, Philip Mustamu, Jumat (27/1/2017) siang.

Penting diketahui, massa udara atau lebih dikenal uap air yang menambang bebas di udara ialah massa pembentuk awan konvektif sebagai media turunnya hujan.

Karena masih terjadinya penumpukan massa udara, maka curah hujan masih diprediksi mengguyur kapan saja dan dimana saja.

“Yang jelas, bisa saja (hujan, red) lokal dan bisa saja menyeluruh. Dan bisa juga, hujannya awet berjam-jam,” ungkap Philip.

Potensi hujan yang diprediksi masih tinggi ini, disebabkan masih adanya share line atau belokan angin di wilayah Kepri.

Belokan angin ini juga menjadi satu faktor yang menyebabkan tingginya curah hujan di Kepri, khususnya Batam. Karena masih ada (share line, red), maka penumpukan awan konvektif semakin rapat dan membuat guyuran hujan semakin tidak terarah.

Selain dihantui hujan yang tak menentu, petir dan guntur juga kerap menyentak ditengah guyuran hujan. Hembusan angin kencang juga menambah buruknya cuaca saat ini, untuk wilayah Kepri, khususnya Batam.‎

“Ya, kita sampaikan siap-siap saja. Hujan bisa turun kapan saja, siapkan jas hujan atau payung. Bila perlu penuhi asupan vitamin, agar tubuh tetap sehat di masa-masa penuh curah hujan seperti saat ini. Kita harap, masyarakat lebih pintar-pintar dalam kondisi seperti ini” tegasnya.‎

“Bila perlu, jika hujan disertai petir dan guntur. Ya jangan kemana-mana dulu, lebih baik berdiam didalam ruangan, menunggu hujannya reda,” tutupnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY