CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN, –Meskipun baru menjadi warga Bintan sejak tahun 2019 lalu, Erni Lestari (46) warga RT 02 / RW 01, Kelurahan Toapaya Asri mengaku salut kinerja kerja Apri Sujadi.
Ia menjelaskan, pada bulan oktober 2019 lalu ia bersama memutuskan untuk tinggal di Bintan. Untuk itu ia mengurus surat pindah dari tempat asalnya Pacitan ke Bintan.
“Begitu dapat surat pindah, kami langsung ke RT / RW mengajukan untuk jadi warga. Dan tidak lama kami pun dapat KTP Bintan hanya dalam waktu 2 hari,”jelasnya.
Cepatnya proses pengurusan KTP ini menurutnya karena perangkat RT dan RW hingga kecamatan serta Disduk di Bintan memiliki kinerja baik dengan tidak terkesan perlambat proses.
“Padahal di daerah kami itu bisa sampai sebulan baru dapat KTP. Pas kami tanya ke pak Hendra (ketua RT), ia mengatakan pak Bupati (Apri Sujadi) meminta kami melayani masyarakat tanpa pandang bulu. Itu yang membuat kami salut, padahal kami orang yang tidak punya apa-apa,”sebutnya.
Tidak hanya sampai di situ, saat pembagian bantuan tunai langsung (blt) ia juga mengaku menjadi salah satu penerima bantuan itu. Pertama kali dapat Rp 1.200.000, kemudian Rp 600.000 langsung di bawa ke rumah oleh ketua RT.
“Padahal kalau di Jawa sana saya blt itu banyak yang habis di jalan karena potongan itu dan itu. Kemudian, kata tetangga yang dapat sembako isi berasnya 10 kg dan 3 biji telur. Dan beras itu tidak bisa di makan,”bebernya.
Meskipun ia mengaku tidak mengenal sosok Bupati Bintan yang membuat kebijakkan begitu pro rakyat, namun manfaat kebijakan itu benar-benar di rasa oleh masyarakat.
“Bahkan saat anak sekolah pindah dari Jawa ke Bintan juga langsung dapat bantuan Rp 1 juta buat beli baju anak sekolah. Karena itu, kalau boleh jujur, kami sekeluarga merasa cinta pada sosok Pak Apri Sujadi yang sangat pro rakyat itu,”ungkapnya.
Kecintaan keluarga ini pada sosok Apri Sujadi membuat ia berharap agar bisa kembali Bintan. Karena di tengah kesusahan akibat covid-19 ini, butuh sosok pemimpin yang tidak hanya sekedar janji pencitraan.
“Harapan kami keluarga sih beliau bisa kembali memimpin Bintan ini. Karena banyak sosok pemimpin yang lebih suka pencintraan dengan blusukan ke warga, padahal kebijakan yang di buat tidak tepat sasaran. Maksudnya, cuma sekedar dengan masyarakat tapi tidak kebijakan yang di buat malah tidak pro rakyat,”pungkasnya. (Ndn)

