BERBAGI
Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Batam berhasil menangkap dan mengamankan speed boat pembawa rokok tanpa cukai | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, KARIMUN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak bisa menunjukan barang bukti berupa rokok tanpa cukai yang dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Karimun pada sidang yang digelar Kamis (20/2/2020) malam.

Dalam sidang putusan dalam perkara pelanggaran kepabeanan yang melibatkan satu terdakwa benama Asrudin alias Awang, majelis hakim tidak dapat memutuskan terkait ratusan karton barang bukti berupa rokok tanpa memiliki pita cukai.

“Majelis tidak perlu dipertimbangan dalam perkara ini,” kata Ketua Majelis Hakim Joko Dwi Armoko saat membacakan dokumen putusan perkara.

Ketua Majelis Hakim yang juga seagai Ketua Pengadilan Negeri Karimun itu, saat membacakan amar putusam menyebutkan barang bukti berupa rokok tidak dapat dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses pembuktian perkara.

Adapu alasan JPU tidak dapat menghadirkannya di persidangan adalah karena banyaknya jumlah barang bukti.

“Barang bukti tidak dapat dihadirkan untuk proses pembuktian perkara. Dikarenakan barang bukti yang sangat banyak,” sebut Joko.

Joko menyebutkan, majelis hakim bermusyawarah kemudian mengambil sikap untuk melihat langsung barang bukti rokok tersebut ke gudang milik Kejaksaan Negeri Karimun.

Hasilnya petugas barang bukti Kejaksaan Negeri Karimun tidak dapat menghadirkan atau memperlihatkannya.

“Setelah melaksanakan pengecekkan petugas barang bukti tidak dapat menghadirkan atau memperlihatkan barang bukti,” ucap Joko.

Dalam sidang putusan tersebut, terdakwa Asrudin alias Awang diputus oleh hakim bersalah melanggar perkara pelangaran kepabeanan. Ia dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar dan Rp 10.000.

“Jika tidak dapat membayar denda maka diganti dengan tiga bulan hukuman kurungan penjara,” tambah Joko.

Sementara sarana pengangkut barang bukti rokok berupa satu unit speedboat tanpa nama diputuskan untuk di serahkan kepada negara.

Diketahui, barang bukti rokok ilegal dalam kasus memang ini cukup banyak, yakni mencapai 123 karton, yang berisi hampir satu setengah juta batang. Rinciannya adalah rokok merek Up Next Revolution 8 karton (berisi 153.600 batang), merek 99 sebanyak 25 karton (berisi 400.000 batang), merek Bless Bold 90 karton (berisi 900.000 batang).(kim)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY