BERBAGI
Aktivis Pejalan Kaki Blora Lilik Yuliantoro saat tiba di Kantor Inspektorat Blora

CENTRALBATAM.CO.ID,Blora – Banyak polemik di Kabupaten Blora terkait permasalahan pengisian Perangkat Desa (Parades). Menggugah aktivis pejalan kaki asal Blora Lilik Yuliantoro untuk melakukan aksi long march jalan kaki mundur sejauh 2,6 km, pada Rabu (17/04/ 2020) kemarin.

Aksi jalan mundur dimulai dari Kantor Pemkab Blora menuju Kantor inspektorat, PMd dan finish di DPRD Blora. Dari pantauan dilapangan, dalam aksi tersebut Lilik sambil menggendong sebuah tas bertuliskan ‘Aksi Jalan Mundur’ dan tanpa menggunakan alas kaki.

Lilik sapaan akrab Lilik Yuliantoro mengatakan bahwa aksinya itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas penyelenggaraan rekrutmen perangkat desa di Kabupaten Blora saat ini.

“Ini bentuk keprihatinan saya, banyak aduan permasalahan dari masyarakat terkait rekruitmen tersebut. Apalagi, pelaksanaan tersebut menggunakan anggaran dari APBD,” ujarnya

Baca Juga:  Terkait Perpanjangan PPKM, Bintan Tetapkan Jam Operasinal Warung

Dan ia meminta seluruh penyelenggara bertugas secara profesional dan adil.

“Tentunya, sebagai warga Blora saya mendukung pelaksaan rekruitmen pengisian Parades ini. Tapi harus secara transparan, profesional dan adil,” ungkapnya, saat diwawancarai centralbatam.co.id, Kamis (18/03/2021).

Sementara itu, Kepala inspektorat Kunto aji mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen akan bekerja secara profesional dalam menangani setiap permasalahan rekrutmen perangkat desa.

“Kita sudah berkomitmen akan bekerja profesional,dan jika nanti adanya pelanggaran kami siap menerima aduan” ungkap Kunto Aji.

Dalam aksi tersebut Lilik Yuliantoro menyampaikan 4 tuntutan yang diantaranya, Menuntut proses hukum tentang pelanggaran yang terjadi pada saat proses rekruitmen dan mutasi perangkat desa se-kabupaten Blora.

Meminta agar adanya keterbukaan publik tentang rekruitmen perangkat Desa, agar tidak terjadi lagi hak rakyat yang dikebiri. Meminta  Kembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan hukum, proses semua yang terjadi berdasarkan hukum dan undang undang yang berlaku.

Baca Juga:  Anak Dobrak Pintu Kos Ibu, Sundari Ditemukan Meninggal di Kos

Dan meminta kepada pemerintah Kabupaten Blora untuk diulang nya semua proses rekruitmen dan mutasi perangkat Desa agar terciptanya pemerintahan yang bersih.(Riyan)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan