CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Sekitar pukul 14.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, Sabtu (9/12/2017), Kadet AAL (Akedmi Angkatan Laut) KRI Bima Suci, menggelar Kirab Kota dengan menunjukan atraksi bermain marching band.
Hal ini disampaikan Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Widyatmoko Baruno Aji dan Komandan Satuan Latihan Kartika Jala Krida 2017 Letkol Laut (P) Tonny Sundah saat mendampingi Kadet AAL KRI Bimba Suci menemui Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad di lantai lima kantor Walikota Batam, Jumat (8/12/2017).

“Adik-adik Taruna ini akan menujukan kebolehannnya memainkan Marching Band. Nanti start dari pujasera A2 belakang BCS Baloi dan berakhir di jalan depan Graha Sulaiman atau di M2, Nagoya,” kata Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Widyatmoko Baruno Aji kepada Amsakar Achmad.
Sementara, masyarakat bisa mengunjung KRI Bima Suci yang sandar di Pelabuhan Beton Batuampar. Kegiatan Open Shift itu bisa dikunjungi langsung masyarakat, baik pelajar maupun individu.
“Sejak sampai beberapa waktu lalu di Batam ini, kita ajak masyarakat untuk melihat langsung KRI Bima Suci dan berinteraksi dengan Kadet AAL angkatan 64,” katanya.
Sementara Wakil Walikota Batam Amsakae Achmad menyambut baik kedatangan rombongan Kadet AAL KRI Bima Suci. Dalam pertemuan singkat itu, Amsakar dan romobongan dari TNI AL itu banyak terlibat diskuksi tentang masalah Batam.
“Sampaikan melalui Camat dan Lurah agar mengajak warganya melihat pertunjukan dari adik-adik Taruna TNI AL pada Sabtu (8/12/2017) nanti,” kata Amsakar menyuruh staf dan Humas Sedako Batam untuk menyampaikan imbuan tersebut.

Amsakar mengatakan seluruh kegiatan positif yang dilakukan KRI Bima Suci akan di dukung penuh oleh Pemerintah Kota Batam.
“Jika memerlukan bantuan, tinggal lapor saja kepada kami. Silahkan menikmati Kota Batam dan bila perlu ajak keluarga untuk berlibur disini,” ujarnya.
Komandan Satuan Latihan Kartika Jala Krida 2017 Letkol Laut (P) Tonny Sundah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan taruna-taruni menampilkan Marching Band dimulai dari Penuin dan berakhir di Nagoya.
Peserta yang mengikuti kegiatan pelayaran ini sebanyak 93 orang. Diantaranya 13 taruni dan 80 taruna yang berasal dari beberapa provinsi di seluruh wilayah Indonesia.

