CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Direktur PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Santoni mengatakan, 80 persen lahan warga Kalang Batang, Kecamatan Gunungkijang sudah bebaskan. Pembebasan ini dilakukan untuk memperluas wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikelola oleh PT Bai.
“80 Persen lahan warga yang masuk wilayah PT Bai sudah dibebaskan. Kedepan tinggal relokasi saja,” ujar Diruktur PT Bai, Santoni, Jumat (8/12).
Sementara itu salah satu warga Desa Kalangbatang yang tinggal dikawasan daerah aliran sungai (Catchment Area), Domi mengatakan, siap direlokasi jika PT Bai mengganti rugi.
“Saat ini belum ada pembebasan bang karena saya tinggal di Catchment Area. Tapi mungkin kedepan ia (akan dibebaskan). Kalau sesuai dengan anti rugi, siap lah direlokasi,” ujar Domi melalui telpon pada centralbatam.co.id, Mingggu (10/12).
Lebih lanjut Domi menjelaskan kemungkinan besar PT Bai akan berupaya membebaskan seluruh lahan di kawasan Kalangbatang. Sebab, hutan lindung di Kampung Banjar saja PT Bai bebaskan.
“Bisa jadi dibebaskan juga. Karena hutan lindung di Kampung Banjar aja dibebaskan,” tutupnya.
Pembebasan lahan secara besar-besaran yang dilakukan PT Bai ini menjadi bahan pertanyaan salah satu warga Bintan. Sebab, dari keterangan Direktur PT Bai mengakui saat ini PT yang ia pemimpin telah membebaskan hampir 1500 Hektar.
“Tahun 2012, izin PT Bai ini kan dikeluarkan oleh Kementrian Energy dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pembangunan smelter diatas lahan 300 hektar (ha). Sekarang kok malah terus memperluas wilayah hingga 1500 ha?,” ujar pria yang minta namanya tak ditulis itu.
Selain mempertanyakan luas lahan yang terus melebar serta izin PT Bai, ia juga khawatir saat barang-barang impor masuk melalui pelabuhan milik PT Bai tidak terkontrol. Sebab, rencananya, bahan-bahan konstruksi yang dipakai untuk pembangunan di Kawasan PT Bai itu langsung didatangkan dari luar Negeri dan masuk melalui pelabuhan PT Bai.
“Pelabuhan ini kan jauh dari warga, bisa jadi malah barang-barang yang tidak diingikan masuk jadinya masuk ke Indonesia. Tapi kita harap tidak lah,” punkasnya. (Ndn)

