BERBAGI
Calon Bupati Bintan, Apri Sujadi

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Nama Calon Bupati Bintan, Apri Sujadi semakin terdepan dalam menghadapi Pilkada tahun 2020 telah membuat membuat para buzzer di media sosial cemburu.

Hal ini dikatakan oleh salah satu timses Apri Sujadi –Roby Kurniawan, Remon menanggapi beberapa akun media sisoal (medsos) yang diduga cemburu atas ulah-ulah buzzer.

Ia mengatakan merasa kasihan sama para buzzer itu lantaran menyajikan berbagai informasi basi dan bahkan hoax. Padahal, kedua pasangan calon (paslon) sudah mendeklarasi kampanye damai secara bersama.

“Ibarat pepatah mengatakan, semakin tinggi pohon semakin kencang angina bertiup pulak. Artinya, semakin baik nama seseorang, semakin banyak juga ujian datang,”sebutnya, Jumat (16/10/2020)

Remon menjelaskan, kecintaan masyarakat Bintan terhadap Apri Sujadi justru semakin kuat. Karena masyarakat bisa melihat sendiri berbagai kebijakkan Apri Sujadi selama memimpin Bintan tanah kelahirannya.

“Beberapa waktu lalu kita bisa melihat sendiri dari komentar-komentar warga melalui Media massa; cetak dan elektronik. Jadi bisa saja itu yang membuat para buzzer semakin cemburu karena mereka tidak ada ide untuk menyerang selain mencari-cari kesalahan,”sebut Remon.

Pernyataan beberapa warga yang di maksud Remon diantaranya ; warga apreasiasi kebijakan Apri Sujadi mulai dari sekolah gratis, BLT tepat sasaran, petani Bintan mendapat perhatian hingga listrik masuk ke rumah warga hanya dalam hitungan hari.

“Masih ingat warga kita yang tidak melihat namun merasakan kebijakkan Apri Sujadi kan? Terus janda kemarin yang mengaku sangat terbantu selama covid-19 lantaran tidak bekerja. Kemudian, ada lagi warga Bintan yang mengaku kampungnya jadi terang benderang usai mengadu ke beliau (Apri Sujadi). Dan masih banyak yang lainnya,”sebutnya.

Meskipun demikian, Remon enggan menyebut para buzzer itu di bayar atau berasal dari kubu sebelah. Sebab menurut dia, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi di tengah pandemic covid-19 ini.

“Mereka tidak bisa kita sebut dari kubu sebelah, yang penting itu tidak mungkin dari kubu kami. Dan juga saya tidak bisa menyebut mereka (buzzer) dibayar atau tidak meskipun ada kemungkinan lantaran susahnya hidup akibat covid-19 ini,”jelasnya.

“Tapi apapun itu, kami doakan para buzzer yang yang suka cari-cari kesalahan atau suka menyajikan berita segera tobat. Karena ada saatnya kami merasa kesal dan terpaksa menempuh jalur hukum,”tutupnya. (Ndn)

 

 

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY