CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Bupati Bintan, Apri Sujadi bersama kelompok tani Maju Jaya hari ini (10/3) melakukan panen sayur bersama di Kampung Sinjang Desa Toapaya.
Pada kesempatan itu, salah satu perwakilan kelompok tani sekaligus wakil masyarakat setempat, Suhandi mengucapkan terimakasih pada Bupati Bintan bersama rombongan. Selain itu, ia juga menyampaikan harapan kelompok tani sekaligus masyarakat Sinjang pada rombongan Pemkab Bintan.
Salah satu yang sangat diharapkan adalah bantuan alat berat untuk membuat kolam air. Pasalnya, akibat musim kering di wilayah Bintan membuat hasil panen para petani tidak seperti yang diharapkan.

“Sekarang di sini banyak sumber air mengalami kekeringan. Akibatnya, hasil panen kami para petani sedikit berkurang. Untuk itu, kami berharap pada Pak Kadis khususnya pak Bupati agar membantu kami alat berat yang dapat menggali kolam untuk kebutuhan tanaman,”ujar Suhandi.
Ia menjelaskan, sejak memasuki musim kemarau para petani disekitar sudah berusaha menggali kolam. Namun karena kurang dalam, membuat kolam itu ikut kering bersamaan dengan sumber air lainnya.
“Untuk itu, kami berharap agar bantuan berupa alat penggali kolam dapat direalisasikan. Karena selama ini kami Cuma menggali dengan tenaga manusia tanpa alat berat,”ujarnya.
Lebih lanjut ia berharap Pemkab Bintan juga dapat membantu mempercepat pembangunan jalan di sana. Sebab setiap tahun para petani mengalami peningkatan jumlah panen.
“Saya mewakili kelompok tani sekaligus mewakil masyarakat di sini berharap agar pengaspalan jalan di sini dapat realisasikan dalam tahun ini. Sebab, dengan semakin banyaknya hasil panen, harusnya semakin baik pula jalan agar mudah diangkut di tempat penampungan (sayur),”harapnya.

Menanggap permintaan warga, Apri Sujadi mengatakan akan berupaya merealiasikan permintaan para kelompok tani.
“Kita sudah mengetahui bahwa kebutuhan sayur untuk Bintan, Tanjung Pinang dan Batam disediakan oleh para petani kita. Untuk itu, kami sebagai pemerintah daerah akan merealisasikan pada APBD Perubahan tahun 2020 ini,”ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Apri juga mencoba merubah mindset masyarakat terhadap petani. Salah satunya dengan menciptakan para petani milenial.
“Mindset yang mengatakan bahwa petani itu miskin dan hanya dilakukan oleh orang tua salah. Karena kita bisa buktikan saat ini dengan banyaknya generasi millennial yang berhasil bertani dengan memiliki lahan hingga 15 hektar,”jabarnya.
“Untuk itu, sebagai Pemerintah Daerah sudah kewajiban kami mendukung dengan memberikan bantuan yang dibutuhkan. Bahkan, kami juga memberikan bantuan hingga pendampingan,”tutupnya. (Ndn)

