CENTRALNATAM.CO.ID, BATAM-Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengamankan dua Anak Buah Kapal (ABK) de’Boss karena kedapatan menyelundupkan Zat Radio Aktif (ZRA) melalui perairan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Hal ini terungkap dalam simulasi dari Bakamla bekerja sama dengan Bapeten dalam melakukan pengawasan kapal-kapal yang melintas. Simulasi ini berlangsung di Perairan Pulau Setoko, Kamis (26/4/2018).
“Ini merupakan simulasi dari Bakamla bekerja sama dengan Bapeten dalam melakukan pengawasan terhadap kapal-kapal yang membawa zat radio aktif,” kata Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksamana Muda TNI, Semi Djoni Putra.
Semi mengatakan, dalam latihan tersebut pihaknya mengerahkan KN Bintang Laut-4801 yang dikomandani Mayor Laut (P) Hendra Kurniawan.
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penanganan ZRA merupakan pelatihan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya yang dimiliki oleh Bakamla, khususnya pengawak kapal patroli Bakamla dalam penanganan zat radioaktif.
“Latar belakang penyelenggaraan latihan mencermati meningkatnya perhatian dunia akan potensi ancaman nuklir (nuclear threat) dan radiologi (radiological threat), sehingga perlu dilakukan pemantauan real-time atas tidak kejahatan penyelundupan material nuklir dan zat radioaktif,” ujar Semi.
Menurutnya, potensi penyelundupan banyak dilakukan melalui laut. Karena itu pihaknya mengoptimalkan pengawasan, pencegahan dan penindakan.
Serta melakukan pendekatan transnasional antarlembaga pemerintah terhadap kegiatan yang menggunakan bahan radioaktif.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan personel Bakamla dalam melakukan pengamanan terhadap pengangkutan maupun penanganan kecelakaan bahan radioaktif melalui laut,” ujarnya.
Selain itu, tujuan penyelenggaraan latihan tersebut untuk mempererat kerjasama antara Bakamla dan Bapeten dalam upaya meningkatkan kemampuan personel Bakamla.
Sementara itu, Sekretaris Utama Bapeten RI Hendriyanto Hadi Tjahyono mengatakan pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menangani masalah keamanan nuklir.
Namun Bapeten, kata Hendriyanto, tidak memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan tersebut sendiri.
“Karena itu Bapeten bekerja sama dengan Bakamla untuk mengamankan wilayah kita dari penyelundupan zat radioaktif dan kami memiliki kompetensi baik dari segi peralatan maupun sumber daya manusianya,” katanya.
Tidak hanya melakukan pengamanan di laut Bapeten, kegiatan yang sama dilakukan pihaknya di darat bersama Badan Nasional Penanggunangan Terorisme (BNPT).
Latihan penanganan kecelakaan bahan radioaktif dilaksanakan di perairan Setokok, Kota Batam, Kepulauan Riau dan diikuti 50 peserta gabungan dari Bakamla RI pusat, unsur-unsur latihan di daerah ABK KN Bintang Laut 4801, Personel Zona Maritim Barat, Personel Pangkalan Armada Kamla Batam, Personel SPPKL Batam, serta narasumber dari Bapeten.

