BERBAGI
Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Rubina Situmorang

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Mengatasi lonjakan harga dan kelangkaan sejumlah barang pokok , Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Rubina Situmorang meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam turun ke lapangan.

Mengingat hal ini sering terjadi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Disperindag harus turun ke lapangan. Jangan sampai ada penumpukkan sembako sehingga harga menjadi mahal,” kata Rubina, Sabtu (3/4/2021).

Di tengah situasi pandemi Covid-19, ia berharap masyarakat tak terbeban dengan lonjakan harga. Sehingga seluruh umat muslim bisa beribadah dengan hati yang nyaman.

“Para distributor, jangan ambil untung yang banyak dan jangan tumpuk-tumpuk barang. Buanglah ego pribadi,” tegasnya.

Rubina melanjutkan dalam waktu dekat Komisi II DPRD Kota Batam akan melangsungkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait mengatasi lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Pihaknya sejauh ini akan menjadwalkannya.

Baca Juga:  Razia Jelang Ramadhan, 5 Kafe Kedapatan Jual Mikol Tanpa Izin

Sebelumnya diberitakan, menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah komoditas pangan di pasar sudah mengalami kenaikan. Demikian hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperinsag) Kota Batam, Gustian Riau.

“Kebutuhan barang pokok memang mengalami kenaikan. Salah satunya daging,” ujarnyan

Pihaknya sudah memanggil distributor daging beberapa waktu yang lalu. Memang, katanya, saat ini jumlah impor daging es dari Australia dan Brazil sedang mengalami penurunan.

“Daging beku jadinya mahal karena stoknya sedikit,” kata Gustian.

Mengantisipasi ini, Disperindag sudah meminta impor daging dari wilayah lain di Indonesia. Sementara untuk komoditas telur, masih tetap diimpor dari Medan dan sejauh ini masih aman prosesnya

Selain itu, untuk komoditas pangan lainnya, Disperindag juga mengambil pasokan dari Padang dan Riau. Masuk melalui Buton langsung ke Batam.

Baca Juga:  Stok Vaksin Covid-19 Kosong, Didi: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Tidak Divaksin

“Kalau wilayah dekat, jadi tak terlalu mahal. Jadi kita tak hanya menunggu dari Jawa saja. Sehingga 2 minggu sebelum Ramadan diharapkan tidak ada harga sembako yang mahal,” kata Gustian.(dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan