BERBAGI
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi tinjau lokasi banjir di Jalan Jenderal Sudirman, Batam Kota, Sabtu (2/1/2020).

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Selama dua hari hujan turun tidak henti-heti membuat sejumlah jalan di Kota Batam tergenang air.

Seperti di Jalan Sudirman dan Jalan Yos Sudarso (Pelabuhan Batuampar samapai Bandara Hang Nadim) merupakan beberapa di antara jalan mengalami banjir.

Akibatnya, akses lalulintas teerganggu dan sejumlah kendaraan yang melintas di jalan tersebut tejebak macet dan mogok di tengah genangan air.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi pun bergerak cepat meninjau lokasi banjir tersebut, pada Sabtu (2/1/2020).

Ia mengungkapkan, ruas jalan itu memang kerap jadi bulan-bulanan banjir tatkala cuaca ekstrim.

Hal ini diakibatkan oleh drainase yang tak cukup luas untuk menampung volume air hujan yang turun, sehingga air meluap dan menggenangi beberapa titik di jalan protokol tersebut.

Baca Juga:  Luncurkan HARRIS Hotels Easy Booking, Tamu Dimundahkan dengan Satu Aplikasi

“Setelah kita cek, memang ternyata drainasenya tak mampu menampung volume air,” kata Rudi saay meninjau lokasi genangan air di Simpang Baloi, Lubukbaja.

Adapun lokasi lainnya yang rawan tergenang banjir adalah jalan depan Supermarket GOGO Bengkong, Simpang Bandara, Bida Asri 2 dan Simpang Kabil. Permasalahan intinya, menurut Rudi adalah perkara kapasitas drainase.

Melihat itu, Rudi menyatakan akan melakukan pelebaran drainase di jalan protokol itu. Apabila semula ukuran lebar drainase hanya sebesar 1-2 meter, rencananya akan dilebarkan menjadi 7-8 meter. Bersama BP Batam, ia menargetkan upaya pembongkaran akan berlangsung pada tahun ini.

“Kalau sudah kita bikin besar drainase ini, maka air tidak naik lagi. Ini akan segera saya rapatkan, Senin di BP Batam,” ujar Rudi.

Baca Juga:  Era Digital Tak Bisa Ditolak, Azril Resmikan Kampung Digital Belalang Adventure

Untuk sementara, Rudi telah menginstruksikan para Camat, Bina Marga dan Sumber Daya Air, Satpol PP, dan Ditpam untuk turun ke titik banjir.

Bersama masyarakat, Rudi meminta saluran drainase yang ada dibersihkan dari sampah yang menutup saluran.

“Saya lihat banyak titik genangan baru. Ini disebabkan karena perumahan bertambah, penghijauan kurang dan drainase yang kecil,” jelas Rudi.(dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan