BERBAGI
Petugas mengenakan pakaian APD melakukan evakuasi jenazah Sundari dari kamar kosnya di Pantai Impian, Gang Lumba-lumba I, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kamis (22/7/2021) malam.

CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG – Warga Pantai Impian, Gang Lumba-lumba I, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanjungpinang Barat digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan paruh baya, Kamis (22/7/2021) malam.

Diketahui perempuan paruh baya itu bernama Sundari (54).

Jasad Wanita kelahiran Tulung Agung ini pertama kali ditemukan oleh anaknya sendiri saat melihat kondisi sang Ibu.

“Sang anak heran, kenapa sudah tiga hari kok tidak datang ke rumah. Biasanya datang, lihat cucunya,” kata Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Barat, Ipda Okta Viandri mencerita kesaskisan dari anak Sundari, Jumat (23/7/2021).

Dari hasil hasil visum, ditubuh korban tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Diduga korban meninggal selama tiga hari dikos-kosan,” jelasnya.

Dari cerita sang anak, ibunya memang sengaja di tempatkan di kos-kosan tersebut, lantaran khawatir terpapar Covid-19.

“Anaknya kan seorang petugas Nakes, sudah beberapa kali terpapar. Takut mungkin ibunya terpapar juga, makanya ibunya tinggal di kosan itu,” ucapnya.

Berdasarkan pengakuan sang anak, ibunya juga memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah mengalami stroke.

Usai dilakukan evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Dearah (RSUD) Tanjungpinang sesuai protokol kesehatan, dari hasil tes rapid antigen, jenazah negatif Covid-19.

“Jenazahnya pun sudah diurus dan akan dimakamkan oleh anaknya yang berkerja sebagai nakes di RSUD Tanjungpinang,” ujarnya.

Dari pantauan, sekitar pukul 15.20 WIB, tampak kediaman Sundari yang merupakan kamar kos di RT 03 RW 04 nomor 54, Kelurahan Kampung Baru itu sudah tersegel garis polisi.

Terkait dengan kronologis penemuan mayat itu, ternyata Sundari ditemukan oleh menantunya, Kurnia (33) dan tetangganya Erna (59).

Kurnia menjelaskan bahwa terakhir kali berjumpa dengan Sundari dua pekan terakhir tepatnya Jumat (9/7/2021) lalu.

“Terakhir kali jumpa sama ibu (Sundari-red) tanggal 9, karena saya harus isolasi mandiri selama 14 hari dan selesainya hari Kamis 22 Juli,” kata Kurnia di lokasi kejadian, Jumat (23/7/2021).

Setelah selesai melakukan isolasi mandiri, Kurnia langsung mengunjungi mertuanya itu. Namun sayangnya ketika sampai di rumah mertuanya, Kurnia mencoba mengetuk pintu namun tidak ada jawaban, sehingga dia mendobrak pintu rumah Sundari dan disaksikan oleh Erna, warga yang tinggal satu kos dengan Sundari.

“Begitu sampai di rumah, saya ketok pintu dan tak ada jawaban akhirnya saya dobrak pintunya bang, ternyata ibu sudah tidak ada, kondisinya saat itu tergeletak dengan tubuh yang sudah bengkak,” jelasnya.

Kemudian lanjut Kurnia, RT setempat langsung melaporkan ke Satgas Covid-19 kemudian jasad Sundari dibawa ke rumah sakit.

“Setelah diperiksa hasilnya ibu negatif Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, jasad Sundari sudah dimakamkan di TPU Kilometer 15 Tanjungpinang.

Terpisiah, Amel (39) yang juga tetangga Sundari tinggal di rumah kos milik Amin itu menjelaskan bahwa, sejak tiga hari terakhir ia tidak lagi melihat keberadaan Sundari.

Namun menurutnya, dari rumah almarhumah tercium bau yang menyengat hidung dan sampai ke kamar Dea yang persis berada di samping kos Sundari.

“Awalnya Dea cerita ke saya, kalau mencium aroma busuk dari kamar kosnya, dan bahkan Dea sempat nginap dan makan di rumah saya,” tuturnya.

Tak lama berselang menantu almarhumah datang ke rumah mertuanya dan mendapati Sundari sudah meninggal dunia.(ndn/leo)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY