CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bersama Pertamina tengah gencar-gencarnya melakukan sidak SPBU.
Hal ini dilakukan lantaran maraknya para pelangsir premium yang dijual di atas HET.
Bahkan beberapa waktu lalu, Disperindag juga berhasil menangkap beberapa oknum yang diduga pelangsir. Saat ini masih sedang dalam proses.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan kebijakan ini dilakukan lantaran pihak Pertamina berencana mengganti BBM dari jenis premium ke pertalite.
Sementara, setelah dilakukan analisa oleh Disperindag ternyata BBM jenis Premium ini masih tersisa 87 kiloliter.
“Stok ini diestimasi akan habis sampai dengan Desember 2021 mendatang,” kata Amsakar, Jumat (8/10/2021).
Mengingat suasana Covid-19 dan premium masih tersisa, Disperindag Kota Batam mengusulkan ke Pertamina untuk melakukan peninjauan kembali terhadap kebijakan itu.
Dengan adanya kebijakan memberlakukan pertalite ini, maka banyak orang yang memburu BBM jenis premium.
“Itu yang menyebabkan kita intens turun ke lapangan,” katanya.
Amsakar berharap agar Pertamina melakukan sosialisasi dan edukasi yang baik kepada masyarakat agar jangan ada kecemasan tentang ketersediaan stok.
Ia optimistis Disperindag dan Pertamina bisa mengurai persoalan ini.
“Kalau seandainya tak ada proses, maka warga akan terkejut. Saya setiap kali memantau, bangun tidur ada berita terkait antrian BBM,” katanya.
Ia juga menceritakan kisahnya pernah menjabat sebagai Kadisperindag. Dimana ia pernah membuat kebijakan kartu Brizzi sehingga pelangsir tak bisa berputar-putar mengisi BBM premium.
Mencegah hal ini terjadi berkesinambungan, Disperindag diharapkan membuat kembali kartu kendali. Apalagi saat ini fungsi dari Disperindag Kota hanya monitoring.
“Sekarang sudah di handle provinsi. Kewenangan di kota tak ada lagi,” katanya.(dkh)

