BERBAGI
James N. Mattis. United States Secretary of Defense. Foto Istmewa

CENTRALBATAM.CO.ID, US-“Korea Utara tidak akan mendapatkan keringanan sanksi sampai negara itu telah menunjukkan langkah-langkah diverifikasi dan tidak dapat diubah lago untuk denuklirisasi,” kata Menteri Pertahanan AS James Mattis, Minggu (3/6).

Komentar Mattis itu datang kurang dari 10 hari sebelum pertemuan puncak yang direncanakan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pertemuan ini berisiko tinggi karena harapan AS akan mengarah pada perlucutan senjata nuklir Korea Utara.

“Kami dapat mengantisipasi, paling tidak, jalan berbelit menuju negosiasi,” kata Mattis, saat berbicara bersama menteri pertahanan Korea Selatan dan Jepang [ada acara Dialog Shangri-La, pertemuan keamanan tahunan di Singapura diikuti pejabat pemerintah dan akademisi dari berbagai negara Dunia.

“Kami harus mempertahankan sikap pertahanan kolaboratif yang kuat sehingga kami memungkinkan para diplomat kami bernegosiasi dari posisi kekuatan yang kuat di masa kritis ini,” sebut Mattis.

Sementara itu David Cay Boyle Johnston dalam komentarnya yang diungguh di cnn news menegaskan korut sebesar apa harapannya ketemu dengan orang nomor satu di Amerika itu. Kemudian, langkah apa saja yang akan ditempuh oleh Kim Jong un terkait pelucutan senjata nuklirnya.

Apabila hal itu dilakukan oleh Kim, kemungkinan besarnya Trump bersedia melakukan pertemuan. Net

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY