CENTRALBATAM.CO.ID, Bintan –Seorang nelayan Desa Sebong Pereh, Amrullah alias Amrul nekat menjadi calo TKI illegal dengan alasan himpitan ekonomi.
“Tidak bisa melaut lantaran musim angin utara. Makanya (jadi calo),” ungkap Amrul pada press conference di Mapolsek Bintan Utara, Selasa (29/1/2019).
Selain itu, ia juga mengaku sudah dua kali melakukan pengiriman TKI illegal tujuan Malaysia. Untuk setiap pemberangkatan masing-masing 10 orang.
“Sudah 2 kali kami berhasil antar. Kalau imbalan sekitar ratusan ribu sekali antar,” paparnya.
Ia menjelaskan, selama 2 kali pengiriman semua berjalan lancer. Namun saat kali ketiganya pada Jumat (25/1) malam lalu, ia terlanjur ditangkap polisi yang sudah mengintai lokasi Sungai Mangrove Sebong Pereh selama 3 hari.
Sementara itu, Kapolsek Bintan Utara Kompol Arbaridi Jumhur mengatakan, pihaknya pada penggagalan pengiriman calon TKI mengamankan 5 orang yaitu Lalu Abdul Afif (43), Saini (42) dan Muhammad Suryawan (34) yang merupakan warga Lombok dan memiliki paspor. Kemudian 2 warga Riau yaitu Randi (21) dan Habibi (35). Kelima orang ini merupakan calon TKI yang akan diberangkatkan.
“Kami juga amankan 5 orang lainnya yaitu Amirullah (42), Catur Ricci Wibowo (33), Saprizan (25), Efendi (45) dan Johan (43). Kelimanya berperan berbeda, ada tabg menjadi tekong kapal, ABK Kapal, pemantau situasi dan supir
Salah satu warga calon TKI illegal asal Lombok yang ikut diamankan oleh jajaran Polsek Binut, Lalu Abdul (43) mengakui kalau dirinya hendak berangkat ke Malaysia utnuk jadi TKI.
Pria yang mengaku sebagai petani sawah itu mengatakan hasil jika kerja di daerah asalnya kurang maksimal. Sehingga ia memutuskan untuk ke Malasyia yang gajinya bisa mencapai Rp 3,4 juta atau 1.000 ringgit (kurs Rp 3.400/ringgit).
“Di kampung cuma jadi petani sawah pak, penghasilan kecil. Kalau di Malaysia kerja di kebun kelapa sawit, gajinya 1.000 Ringgit,” pungkasnya.
Sementara untuk menuju Malaysia melalui jalur ilegal ini, Lalu mengaku harus merogoh kocek sebesar Rp 3,5 juta. Menurutnya, ada saja pihak di kampungnya yang menawarkan untuk menjadi TKI di Malaysia. (Ndn)

