BERBAGI
Penampakan Shearline yang melingkar di sekitar Kepri dan Sumatera Selatan bagian Barat tampak seperti pusaran angin puting beliung yang melingkar | Foto : Ned, BMKG Hang Nadim

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Cuaca di Batam, Provinsi Kepri semakin memasuki zona terburuknya. Pagi ini saja, hembusan angin kencang membuat masyarakat panik.

Dari prakiraan dan analisa angin di Kantor BMKG Stasiun Hang Nadim, Batam tampak saluran atau alur hembusan angin mengalami ‘Shearline’ atau belokan di sekitar Kepri.

Shearline itu melingkar, tampak seperti gulungan tornado raksasa. Akibatnya, saluran udara di Kepri disebut tertutup.

“Kalau seperti itu (melingkar), memang udara di suatu lokasi dalam kondisi tertutup,” kata Philip Mustamu, Kepala Kantor BMKG Stasiun Hang Nadim, Batam, sebelum masa tugasnya berakhir, beberapa saat lalu.

Dalam kondisi tersebut, lanjut Philip, suatu lokasi yang dilanda shearline melingkar sangat rawan akan serangan angin puting beliung.

“Ya, (rawan puting beliung),” imbuhnya.

Secara otomatis, wilayah Batam dengan adanya shearline itu sangat berpotensi akan ancaman puting beliung. Tak sampai di situ saja, Batam juga mengalami perubahan cuaca yang tidak tentu arah dengan keberadaan shearline.

Hujan ringan hingga lebat, petir dan guntur, bahkan angin kencang kerap mewarnai. Namun intensitas atau durasinya jadi tidak menentu. “Sulit diprediksi, makanya disebut cuaca buruk,” tuturnya.

Salah satu kondisi serupa, terjadi pagi ini di Kecamatan Batam Kota, angin kencang sekitar pukul 09.30 WIB menghembus dengan kencangnya. Tak salah, beberapa benda disekitar pun terangkat dan terhempas.

“Ember-ember di depan rumah terlempar kemana-mana, ‎pakaian yang dijemur pun terangkat dibawa angin,” kata Raihan, warga di Perumahan Kopkar PLN, Batam, Selasa (2/5/2017) pagi.

Tak hanya kencang di darat, hembusan angin di sekitar pantai Mega Proyek Ocarina, Batam juga membuat gelombang menggelegar.

Sepanjang pinggiran pantai di lokasi itu tampak dihantam gelombang tinggi. Dari prakiraan maritim di Stasiun BMKG, Hang Nadim, Batam, disebut bahwa gelombang di perairan Kepri akan mencapai ketinggian maksimal pada level 2-5 meter.

“Tadi saya melaut, tapi ombaknya kencang. Jadi saya pulang lagi,” ungkap Didit, seorang nelayan di sekitar perairan Ocarina, Batam.‎

Tak hanya angin kencang dan gelombang tinggi, hujan deras pun langsung mengguyur sekitar pukul 09.41 WIB. Kondisi ini masih terus berlangsung hingga saat ini.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY