CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Angka penderita penyakit mematikan Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immune Deficiency Syndrome atau biasa disebut HIV/AIDS kian meningkat di Kota Batam, Provinsi Kepri.
Hingga akhir Juni 2017 lalu, sudah ada 228 kasus yang tercatat di kota industri itu.
HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan yang berasal dari virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan kota Batam, Didi Kusmarjadi turut membenarkan kondisi itu.
Dia menegaskan, penyakit yang belum ditemukan obat ataupun metode penyembuhannya itu telah menjangkit 228 warga Batam.
Didi memaparkan, HIV merupakan jenis virus yang rapuh. Virus jenis ini tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia.
“HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan alat vital wanita, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine,” tegasnya.
“Kebanyakan penderita (HIV) di Batam ialah kaum laki-laki,” tegasnya.
Kebebasan pergaulan dan sangat maraknya aksi seks bebas dituding menjadi salah satu faktor utama penyebaran virus mematikan itu. Selain itu, kebiasaan bergobta-ganti pasangan, berbagi jarum suntik dan penggunaan obat-obatan terlarang alias narkotika juga membayangi penyebarannya.
Adapun cara terbaik untuk mencegah HIV/AIDS, lanjutnya, ialah dengan melakukan hubungan seks secara aman, tidak pernah berbagi jarum dan peralatan menyuntik berjenis apapun.
“Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, lebih berisiko untuk terinfeksi HIV. Untuk itu, mari lebih cermat dan ubah pola hidup sehat, setia hanya pada satu pasangan dan tetap mengingatkan antar sesama,” tandasnya.

