BERBAGI
Para pencari kerja yang memadati pagar depan sebuah perusahaan di Batam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kalangan akademisi dari Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam menyatakan, tingginya angka pengangguran di Batam berdampak langsung pada peningkatan tindak kriminal.

Rahmanidar, SH., MH dan Alwan Hadiyanto, SH., MH turut menyumbangkan pandangannya, menanggapi berbagai dampak buruk akibat tingginya pengangguran di kota yang terkenal dengan ikon Jembatan Barelang itu.

Saat dikonfirmasi, Rahmanidar mengatakan, dalam ranah Kriminologi, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab maraknya kejahatan atau kriminalitas.

“Salah satunya, ialah faktor ekonomi,” kata Rahmanidar, yang dikonfirmasi beberapa saat lalu.

Faktor ekonomi, menjadi indikator yang paling berpengaruh. Sementara, di Batam sendiri, jumlah pengangguran terbilang sangat tinggi.

Pengangguran inilah yang akhirnya semakin membuat ekonomi warga semakin bobrok. Masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, yang semakin hari terus meningkat.

Karena desakan hidup dan kondisi ekonomi yang semakin buruk, membuat  segelintir orang nekad mencuri, bahkan membunuh untuk menjamin keberlangsungan hidupnya.

“Ya, kalau sudah masalah perut, apapun berani dilakukan. Jangankan mencuri, membunuh saja pun orang mau. Contoh, kasus perampokan yang berujung pembunuhan di Pulomas, Jakarta. Ada juga di Batam. Banyak kasus semacam itu,” ucap Rahmanidar lagi.

Senada, Alwan juga menyatakan naiknya angka pengangguran akan berbanding lurus dengan tingginya kriminalitas.

“Itu berbanding lurus. Kalau banyak yang ngangur, otomatis banyak kejahatan. Karena masyarakat butuh hidup, hidup butuh makan, dan makanan butu uang untuk membeli. Nah, uang dari mana? Tentu harus bekerja. Kalau nganggur? Kebanyakan orang jadi nekad, tanpa pikir panjang dampak buruknya,” kata Alwan, Dosen Unrika yang tengah melanjut program S3 di Unissula, Semarang itu.

Dalam meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan tingginya angka pengangguran itu, Rahmanidar mengatakan Pemerintah harus segera mencari solusi untuk memberikan peluang sebesar-besarnya kepada masyarakat.

“Termasuk peluang kerja, untuk masyarakat dapat hidup berkecukupan,” tegasnya.

“Agar perekonomian masyarakat tidak semakin tertekan, pemerintah harus menciptakan lapangan kerja baru, membuka peluang usaha kecil dan menengah. Dan bagi masyarakat, harus tetap waspada menjaga keselamatan,” tutur Rahmanidar.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY