BERBAGI
Foto Bupati, Apri Sujadi memasang mesin penyemprot pada salah satu petani

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Covid-19 saat ini sudah menjadi musuh utama bagi masyarakat dunia. Bagaimana tidak, pandemic ini tidak semata-mata hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga sosial ekonomi masyarakat dunia.

Di sektor pertanian, FAO sudah memperingatkan potensi krisis pangan global. Rantai pasokan pangan dunia juga terancam di tengah pemberlakuan karantina wilayah, pembatasan sosial, dan larangan perjalanan. Jika tidak ditanggapi dengan serius, bukan berarti krisis kelaparan di berbagai wilayah bahkan belahan dunia tidak dapat dihindarkan.

Bupati Bintan, Apri Sujadi

Untuk mengatasi hal ini terjadi wilayah Bintan, Bupati Bintan, Apri Sujadi membekali para petani dengan peralatan sepert; Parang, cangkul dan Garpu (khusus mengais rumput). Selain itu, Apri Sujadi juag membekali ratusan para petani itu dengan mesin penyomprot.

“Saat saya ke Kijang dulu ada beberapa saudara kami petani menyampaikan hanya bahkan tidak memiliki cangkul. Jadi kalau rusak, mereka sudah tidak bisa lagi bekerja. Karena itu, hari ini kami memberikan peralatan ini agar para pahlawan pangan bisa bangkit dan berkonstribusi dalam dalam pertumbuhan ekonomi di tengah pandemic covid-19 ini,”ujar Apri pada para petani di Toapaya, Sabtu (19/9).

Tidak hanya sampai di situ, Apri Sujadi yang juga merupakan Putra asli Bintan itu berjanji akan meringankan beban para petani melalui pinjaman ke BANK. Kelompok tani saat mengajukan pinjaman ke bank dengan nol persen.

Foto bersama kelompok tani

“Karena saudara saya mengeluh usai panen tidak tahu harus kemana minjam uang uang menanam lagi. Untuk itu, kami akan memberikan subsidi saat kelompok tani ini meminjam uang ke bank dengan bunga nol persen. Artinya, bunganya akan dibayar oleh pemerintah kabupaten Bintan,”sebutnya.

Sementara itu, salah satu petani di Kecataman Topaya, Anton langsung memberi apreasiasi terhadap inisiasi memberikan bantuan pada melalui subsidi bunga ini. Pernyataan ini ia sampaikan lantaran selama ini bunga bank mencapai 7 persen. Sementara harga pasar justru menurun saat panen.

“Terimakasih banyak pak Apri Sujadi karena memang, saya pribadi jujur setiap kali menanam terpaksa gadaikan alas hak ke bank. Sementara, untung yang kami dapat belum tentu cukup membayar bunga bank tersebut,”ujarnya memotong pembicaraan Apri.

Hal senada juga diucapkan oleh warga RT 03/ RW 05, Damhuri. Kepada Apri Sujadi ia juga mengucapkan termakasih karena bantuan parang, cangkul dan garpu serta mesin penyemprot yang diberikan saat itu dinilai cukup untuk para petani semua.

“Kami para kelompok tani yang ada di sini sangat mengucapkan ribuan terimakasih pada pak Bupati lantaran saya melihat bantuan kali ini tidak sedikit. Artinya, jika selama ini hanya cukup dibagikan untuk beberapa kelompok tani, tapi saya lihat ini semua kelompok tani bisa mendapat bagian,”ujarnya. (Ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY